Artikel Kesehatan
-
KesehatanWaspadai Salmonella di Telur: Informasi Penting untuk Keluarga Sehat
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Apa Itu Kontaminasi Salmonella pada Telur?Salmonella adalah bakteri yang bisa terdapat pada telur, baik di luar maupun di dalam cangkang. Kontaminasi bisa terjadi sejak proses pembentukan telur di dalam tubuh ayam, atau ketika cangkang terpapar bakteri dari kotoran ayam. Sayangnya, telur yang terkontaminasi tidak menunjukkan tanda khusus seperti bau atau perubahan warna, sehingga tidak dapat dikenali hanya dengan melihatnya secara kasat mata. Untuk memastikan keberadaan Salmonella, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Kenapa Salmonella Bisa Ada pada Telur?Bakteri Salmonella dapat masuk ke telur melalui dua jalur: Saat telur terbentuk di dalam tubuh ayam — jika ayam itu sendiri membawa Salmonella, bakteri bisa terbawa ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk. Setelah telur keluar — bakteri dari kotoran ayam atau lingkungan dapat melekat pada cangkang dan masuk melalui pori-pori atau retakan kecil. Akibatnya, telur yang tampak normal sekalipun bisa membawa bakteri berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Apa Saja Gejala Infeksi Salmonella?Jika seseorang mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella, gejala infeksi umumnya muncul dalam 6 jam hingga 6 hari setelah makan. Gejala yang sering terjadi meliputi: Diare Demam Kram perut Mual dan muntah Kelelahan Sebagian orang dapat mengalami sembuh tanpa pengobatan khusus dalam beberapa hari. Namun, pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, infeksi ini bisa lebih berat dan perlu perhatian medis khusus. Tips Memilih dan Menyimpan Telur yang AmanMeskipun tidak ada cara untuk memastikan telur bebas Salmonella hanya dengan melihatnya, Anda bisa mengurangi risiko dengan langkah berikut:Saat Membeli: Pilih telur yang disimpan di tempat sejuk atau lemari pendingin. Pastikan kemasan tidak rusak. Saat Menyimpan Telur: Simpan telur mentah di lemari es atau tempat sejuk dan kering. Jangan menyimpan telur mentah terlalu lama idealnya tidak lebih dari 3 minggu di kulkas. Pisahkan telur dari makanan lain untuk menghindari kontaminasi silang. Cara Memasak Telur Agar AmanUntuk mencegah infeksi Salmonella, pastikan telur dan olahannya matang sempurna sebelum dikonsumsi. Beberapa tipsnya: Pastikan bagian putih dan kuning telur tidak lagi encer saat dimasak. Rebus telur selama minimal 8 menit untuk memastikan bakteri mati. Jika memasak di oven, pastikan suhu internal mencapai setidaknya 72°C. Cuci bersih peralatan dapur yang terkena telur mentah dengan sabun. Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, seperti pada adonan kue yang belum dipanggang atau minuman berbasis telur mentah, karena risiko Salmonella lebih tinggi. Pencegahan Tambahan agar Terhindar dari InfeksiSelain memilih, menyimpan, dan memasak telur dengan benar, lakukan hal berikut: Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani telur mentah. Jangan mencicipi adonan yang mengandung telur mentah. Simpan telur matang di kulkas dan habiskan dalam 3–4 hari. Jika telur terlihat tidak biasa (misalnya retak atau kotor), lebih baik tidak dikonsumsi. Kontaminasi Salmonella pada telur merupakan masalah kesehatan yang serius karena bakteri ini tidak terlihat secara kasat mata dan dapat menyebabkan infeksi usus yang tidak nyaman atau bahkan komplikasi pada kelompok risiko tinggi. Dengan memilih telur yang baik, menyimpan dan memasaknya secara benar, serta menjaga kebersihan saat mengolahnya, Anda dapat mengurangi risiko infeksi dan tetap menikmati telur sebagai bagian dari menu sehat sehari-hari.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanAwas! Racun dalam Kerang Bisa Berbahaya bagi Kesehatan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kerang merupakan salah satu makanan laut yang populer karena harganya terjangkau dan kaya rasa. Namun, kerang juga termasuk salah satu jenis seafood yang sering menjadi penyebab keracunan makanan jika terkontaminasi racun tertentu.Apa Itu Keracunan Kerang?Keracunan kerang terjadi ketika seseorang mengonsumsi kerang yang mengandung racun alami yang berasal dari alga berbahaya atau polutan di laut. Racun ini kemudian masuk ke tubuh dan memicu gejala yang bisa ringan hingga serius. Gejala Keracunan KerangGejala keracunan biasanya muncul 30–60 menit setelah makan kerang yang terkontaminasi, tetapi terkadang bisa muncul beberapa jam kemudian tergantung jenis racunnya. Gejala yang umum dialami antara lain: Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut Mual dan muntah Diare Sakit kepala Pusing Kebingungan Gejala tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis racun yang dikonsumsi, jumlah racun, dan kondisi sistem imun tubuh. Penyebab Keracunan KerangKerang merupakan organisme penyaring yang hidup di laut dan memakan fitoplankton (alga kecil). Beberapa jenis alga bisa menghasilkan racun yang kemudian terakumulasi di tubuh kerang. Sayangnya, kerang tidak bisa membedakan antara alga yang beracun dan tidak, sehingga racun dapat menumpuk dan ikut termakan manusia.Berdasarkan jenis racunnya, keracunan kerang bisa dibedakan menjadi beberapa tipe, antara lain: Paralytic Shellfish Poisoning (PSP): Disebabkan oleh racun saxitoxin, termasuk yang paling berbahaya. Diarrhetic Shellfish Poisoning (DSP): Akibat racun dari alga tertentu, biasanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Neurotoxic Shellfish Poisoning (NSP): Disebabkan oleh racun dari brevetoxin. Amnesic Shellfish Poisoning (ASP): Disebabkan oleh asam domoat, pernah dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan memori pada kasus berat. Azaspiracid Shellfish Poisoning (AZA): Disebabkan oleh racun azaspiracid. Selain racun dari alga, pencemaran laut oleh limbah dan polutan juga dapat meningkatkan risiko keracunan kerang. Racun-racun ini tidak bisa dihancurkan dengan memasak atau pengolahan biasa, sehingga kerang bisa tetap berbahaya meskipun sudah matang. Cara Mengatasi Keracunan KerangJika Anda atau seseorang mengalami gejala setelah mengonsumsi kerang, langkah yang sebaiknya dilakukan adalah: Segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Keracunan kerang bisa serius dan memerlukan penanganan medis terutama pada gejala berat. Selama menunggu pertolongan medis, penuhi kebutuhan cairan tubuh karena muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Air putih, air kelapa, atau minuman isotonik bisa membantu. Hindari memuntahkan kerang secara paksa atau mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan istirahat cukup dan pemantauan kondisi sampai racun keluar dari tubuh. Pada gejala serius, seperti gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran, penanganan di rumah sakit mungkin mencakup perawatan suportif hingga racun dinetralisasi. Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Kerang?Untuk mengurangi risiko keracunan makanan akibat kerang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan: Beli kerang dari penjual yang bersih dan terpercaya. Hindari kerang yang sudah lama disimpan atau terlihat tidak segar. Jangan tergiur oleh harga yang terlalu murah tanpa memastikan kualitasnya. Masak kerang hingga benar-benar matang, meskipun racun tetap tidak hilang dengan panas, memasak dapat mengurangi risiko kontaminasi bakteri lain. Simpan kerang di tempat bersih dan sesuai dengan aturan keamanan pangan. Dengan memilih kerang dari sumber yang tepat dan mengolahnya dengan benar, Anda dapat menikmati makanan laut ini sambil meminimalkan risiko keracunan. Keracunan kerang merupakan kondisi akibat konsumsi kerang yang terkontaminasi racun dari alga atau polutan laut. Gejalanya dapat meliputi mual, muntah, diare, kesemutan di mulut, sakit kepala, hingga kebingungan. Penanganannya bergantung pada tingkat keparahan gejala, dan pencegahan terbaik adalah dengan memastikan kerang yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan diolah dengan benar.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanDirektur Rumah Sakit Panti Nirmala - Sr. Antina Atik CP, S.Kep, Ns., M.Kep. CHAE, CHQP
Direktur Rumah Sakit Panti Nirmala - Sr. Antina Atik CP, S.Kep, Ns., M.Kep. CHAE, CHQPRumah Sakit Panti Nirmala merupakan salah Satu RS Swasta Kelas B di Kota Malang. Terakreditasi Paripurna, KemenKes RI 2022, Sertifikat Akreditasi: KARS-SERT/232/X/2022. Berlokasi Strategis di Tengah Kota Malang, dekat dengan area wisata, stasiun, dan pusat keramaian. Dan telah bekerjasama dengan Asuransi Kesehatan Nasional dan Internasional. lebih dari 70+. Visi :Menjadi rumah sakit dengan pelayanan prima, pilihan utama masyarakat. Misi :• Memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat• Mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien• Memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, sehingga mampu melaksanakan pelayanan yang professional• Meningkatkan kualitas alat kedokteran yang dapat memberikan nilai lebih bagi pelayanan kesehatan Motto :Merawat Penuh Kasih Demi KesembuhanNilai-nilai Budaya Rumah SakitNilai budaya yang dikembangkan di Rumah Sakit Panti Nirmala adalah “SAFETY”, yaituSincere (Tulus) : Pelayanan yang tulus kepada setiap pasienAppreciation (Penghargaan) : Menghargai setiap orang dalam pelayanan, baik pasien, rekan kerja, atasan maupun bawahan.Fair (Adil) : Pelayanan yang adil untuk semua pasien tanpa memandang perbedaan sosial ekonomi maupun SARAEmphaty (Empati) : Pelayanan yang empati kepada setiap pasien dan keluarganyaTrust (Kepercayaan) : Pelayanan yang dapat dipercaya dan mampu menumbuhkan kepercayaan antara pasien dan staf Rumah Sakit, antara Rumah Sakit dengan mitra kerjaYour Satisfaction (Kepuasan Pasien) : Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang bermutu dan memiliki standar pelayanan yang terpercaya.
-
KesehatanTips Sederhana agar Tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Musim hujan sering kali membawa perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti suhu yang lebih dingin, peningkatan kelembapan, serta hujan yang datang tanpa peringatan. Perubahan ini dapat membuat sistem imun tubuh menurun sehingga seseorang menjadi lebih mudah terserang penyakit seperti batuk, pilek, flu, bahkan infeksi saluran pernapasan jika tidak menjaga kesehatan dengan baik. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan selama musim hujan. 1. Tetap Aktif BergerakOlahraga ringan secara teratur membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Walaupun hujan dan suhu dingin bisa membuat malas bergerak, tetap melakukan aktivitas fisik seperti yoga di dalam rumah atau latihan kardio ringan selama sekitar 30 menit setiap hari dapat membantu sistem imun tetap kuat. 2. Rajin Mencuci TanganMencuci tangan adalah langkah sederhana namun penting untuk mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit, apalagi di musim hujan saat virus dan bakteri lebih mudah menyebar. Gosok tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik, kemudian bilas dan keringkan. Bila tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. 3. Segera Ganti Pakaian BasahPakaian yang basah setelah kehujanan dapat menurunkan suhu tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, pakaian lembap juga bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri di kulit. Oleh karena itu, segera ganti pakaian basah dengan yang kering setelah kehujanan. 4. Mandi atau Berendam dengan Air HangatSetelah kehujanan, mandi atau berendam dengan air hangat selama 10–15 menit dapat membantu meningkatkan suhu tubuh kembali, membersihkan kotoran dan kuman dari kulit, serta membuat tubuh lebih rileks. 5. Konsumsi Makanan dan Minuman HangatMengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup, soto, teh jahe, atau minuman dengan campuran madu dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan memberikan kenyamanan. Selain itu, beberapa bahan alami seperti jahe memiliki sifat antiinflamasi yang baik bagi sistem imun. 6. Istirahat yang CukupIstirahat yang cukup sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tidur malam yang berkualitas selama 7–9 jam dapat membantu sistem imun bekerja secara optimal. Kekurangan tidur dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. 7. Pertimbangkan Suplemen Penambah ImunSelain pola hidup sehat, konsumsi suplemen tertentu juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama musim hujan. Beberapa suplemen herbal seperti ekstrak Echinacea dikenal memiliki efek imunomodulator. Namun demikian, gunakan suplemen sesuai dosis yang dianjurkan dan sebaiknya berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan. Mengapa Tubuh Lebih Rentan Sakit Saat Musim Hujan?Lingkungan yang basah dan lembap saat musim hujan menciptakan kondisi yang nyaman bagi virus dan bakteri untuk berkembang. Selain itu, perubahan suhu yang cepat dan paparan udara dingin dapat menurunkan fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi. Hal ini membuat penyakit seperti flu, batuk, demam, diare, hingga penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah menjadi lebih sering terjadi. Musim hujan bukan alasan untuk malas menjaga kesehatan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti aktif bergerak, menjaga kebersihan tangan, mengganti pakaian basah, mandi air hangat, mengonsumsi makanan yang hangat, istirahat cukup, serta mendukung kekebalan tubuh dengan suplemen bila diperlukan, Anda dapat menghadapi musim hujan dengan tubuh yang lebih sehat dan risiko sakit yang lebih rendah.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanMemahami HIV pada Anak: Pencegahan, Perawatan, dan Dukungan Keluarga
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!HIV sering dikaitkan dengan orang dewasa, tetapi anak-anak pun dapat terinfeksi virus ini baik sejak lahir maupun di kemudian hari. Karena masih banyak stigma dan miskonsepsi, penderita HIV di usia anak sering tidak mendapatkan perhatian yang layak. Padahal, karakteristik dan kebutuhan mereka berbeda dengan orang dewasa, sehingga diperlukan penanganan khusus baik secara medis maupun psikososial. Bagaimana Cara Penularan HIV pada Anak?Infeksi HIV pada anak dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya: Transmisi vertikal dari ibu ke anak, yaitu ketika virus ditularkan saat kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Transmisi horizontal (jarang terjadi), misalnya melalui penggunaan alat suntik yang terkontaminasi atau peralatan lain yang tidak steril. Pada remaja, risiko juga dapat meningkat melalui hubungan seksual yang tidak aman. Edukasi yang tidak memadai, tekanan teman sebaya, dan eksploitasi merupakan faktor risiko penting di kelompok usia ini. Upaya Pencegahan yang Bisa DilakukanPencegahan HIV pada anak harus dimulai sedini mungkin, termasuk sebelum anak lahir. Beberapa langkah pencegahan yang penting meliputi: Skrining HIV bagi semua ibu hamil di fasilitas kesehatan untuk mengetahui status HIV sejak awal. Pemberian terapi antiretroviral (ARV) bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV untuk mengurangi risiko penularan kepada bayi. Pengelolaan persalinan yang tepat dan pemberian obat profilaksis kepada bayi baru lahir dari ibu dengan HIV. Konseling dan pendidikan untuk remaja tentang kesehatan reproduksi, bahaya perilaku berisiko, serta hak atas tubuh sendiri. Dukungan keluarga dan lingkungan dalam menciptakan ruang aman untuk berdiskusi dan mengambil keputusan yang sehat. Edukasi yang baik dan dukungan lingkungan dapat menanamkan pemahaman kepada remaja agar menghindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tidak aman atau penggunaan jarum suntik bersama.Pengobatan dan Harapan Hidup Anak dengan HIVMeskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total, terapi antiretroviral (ARV) dapat membantu anak yang hidup dengan HIV tetap sehat dan aktif. ARV tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Penggunaan ARV setiap hari sepanjang hidup dapat menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga menjadi tidak terdeteksi dan tidak menularkan (konsep U=U: Undetectable = Untransmittable). Dengan kepatuhan pengobatan yang baik, anak dengan HIV tetap bisa bersekolah, bermain, dan meraih cita-cita layaknya anak lain. Peran Keluarga dalam Mendukung Anak dengan HIVTantangan terbesar tidak hanya terletak pada kondisi medis, tetapi juga pada stigma sosial. Diskriminasi di sekolah, lingkungan bermain, dan fasilitas kesehatan sering membuat anak dengan HIV merasa terasing.Penting bagi keluarga dan masyarakat untuk memahami bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berpelukan, bermain bersama, berjabat tangan, atau makan bersama.Anak dengan HIV berhak atas cinta, dukungan emosional, dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat, bahagia, serta meraih masa depan penuh harapan. HIV pada anak harus dipandang sebagai persoalan kesehatan yang membutuhkan pencegahan sedini mungkin, pengobatan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan masyarakat. Dengan kombinasi upaya ini, risiko penularan dapat ditekan dan anak yang hidup dengan HIV tetap dapat berkembang normal serta menikmati masa kecilnya tanpa stigma.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanSariawan pada Pengidap HIV: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Sariawan atau luka di mulut adalah masalah yang umum dialami banyak orang. Namun pada orang yang hidup dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus), kondisi ini lebih sering terjadi dan cenderung lebih berat dibandingkan sariawan biasa. Apa Bedanya Sariawan pada HIV dan Sariawan Biasa?Sariawan biasa biasanya muncul karena tergigit saat makan atau iritasi ringan, dan umumnya sembuh dalam 1–2 minggu. Sedangkan pada pengidap HIV, sariawan sering lebih dalam, sulit sembuh, serta cenderung muncul lebih sering karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyebab Sariawan pada Pengidap HIVPada pengidap HIV, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif karena virus menyerang sel imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi oportunistik yaitu infeksi yang memanfaatkan lemahnya sistem imun. Beberapa penyebab sariawan pada orang dengan HIV meliputi: Infeksi virus lain seperti herpes atau HPV oral. Infeksi jamur Candida, yang sering menyebabkan luka putih di mulut. Kekurangan vitamin tertentu, misalnya vitamin B9 (folat) dan vitamin B12, yang dapat memperparah sariawan. Karena tubuh tidak dapat mengatasi infeksi dengan baik, luka sariawan pada pengidap HIV bisa membuat makan, menelan, dan berbicara menjadi tidak nyaman. Gejala yang Bisa TimbulSelain sariawan yang sulit sembuh, pengidap HIV sering juga mengalami gejala lain yang terkait melemahnya sistem imun, seperti: Demam dan rasa tidak enak badan. Sakit kepala, kelelahan, atau nyeri otot. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan. Kesulitan makan akibat rasa sakit saat menelan (disfagia). Jika sariawan sangat menyakitkan atau tidak kunjung membaik, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya asupan makanan dan nutrisi yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Bagaimana Cara Mengatasinya?Penanganan sariawan pada pengidap HIV dilakukan melalui beberapa pendekatan: Terapi antiretroviral (ARV): Ini adalah pengobatan utama HIV untuk membantu mengendalikan virus dan memperkuat sistem imun, sehingga risiko infeksi mulut berkurang. Pengobatan spesifik sesuai penyebab: Obat antiviral jika disebabkan oleh virus seperti herpes. Obat antijamur jika penyebabnya infeksi jamur seperti Candida. Menjaga kebersihan mulut: Rutin menyikat gigi, menggunakan obat kumur, dan periksa gigi secara teratur dapat membantu mengurangi risiko luka mulut yang parah. Cara Mencegah Sariawan yang BerulangBeberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah timbulnya sariawan bagi orang dengan HIV: Minum obat HIV (ARV) secara rutin dan konsisten. Menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hindari merokok dan konsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi. Rutin melakukan pemeriksaan gigi dan mulut ke dokter gigi. Apakah Sariawan Bisa Menularkan HIV?Penularan HIV melalui air liur sangat tidak mungkin terjadi karena air liur tidak mengandung cukup virus untuk menularkan infeksi. Yang dapat menularkan HIV adalah cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI jika berdampak langsung pada luka terbuka atau membran mukosa seseorang.Namun, jika luka sariawan berdarah, kontak langsung dengan darah yang mengandung virus dapat meningkatkan risiko penularan. Kasus semacam ini jarang ditemukan, dan satu-satunya cara memastikan status infeksi adalah melalui tes darah atau tes antibodi HIV di fasilitas kesehatan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Bedah Mulut Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDr. drg. Ester Handayani Lodra , Sp.BM, praktek setiap hari Senin pukul 18.00 - 20.00 WIB*drg. Benny Andoko W., Sp.BM, praktek setiap hari Selasa pukul 09.00 - 11.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanPilah Makanan Anda: Langkah Sederhana Mencegah Kanker
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker adalah penyakit serius yang melibatkan pertumbuhan sel abnormal yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Meskipun penyebab kanker tidak sepenuhnya jelas, faktor gaya hidup terutama pola makan memegang peranan penting dalam pencegahan.Data dari WHO menyebutkan bahwa sebagian besar jenis kanker bisa dicegah dengan mengurangi paparan risiko tertentu. Salah satunya adalah risiko yang berasal dari konsumsi makanan yang bersifat karsinogenik. Makanan Pemicu Kanker: Jenis-jenis yang Perlu DiwaspadaiBeberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus. Berikut contoh-contohnya menurut Kemenkes:Makanan yang diasap atau diawetkan: Seperti daging asap dan makanan acar, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung.Minuman beralkohol: Konsumsi alkohol berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan dan organ lainnya.Makanan dengan zat tambahan: Pewarna dan bahan tambahan pangan tertentu dapat memicu kanker pada sistem pencernaan seperti lambung dan kolon.Kontaminan lingkungan dalam pangan: Seperti logam berat (contoh: merkuri pada beberapa jenis ikan), aflatoksin, dioxin, atau melamin yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, paru, ginjal, dan lainnya.Daging olahan dan tepung manis: Produk olahan dari daging (seperti sosis, kornet) serta makanan dari tepung rafinasi atau manisan tinggi dapat berkontribusi pada risiko kanker kolon atau pankreas. Makanan Pelindung KankerSebagai lawan dari pemicu kanker, ada jenis makanan yang justru bisa membantu menurunkan risiko. Kemenkes menyarankan untuk meningkatkan asupan makanan nabati yang alami dan diolah secara higienis, seperti:Sereal dan biji-bijian utuhUmbi-umbian dan kacang-kacanganPolong-polongan seperti lentil dan kacang hijauMakanan nabati ini kaya akan serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif antioksidan yang bisa membantu melawan pembentukan sel kanker. Strategi Pencegahan Kanker melalui Pola MakanBerikut beberapa langkah strategi yang dapat diambil untuk mengurangi risiko kanker melalui pemilihan makanan:Pilih bahan makanan yang alami dan segar, dan olah dengan cara sederhana.Batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan daging merah olahan.Hindari minuman beralkohol.Perhatikan kebersihan dan cara pengolahan makanan agar menghindari kontaminan seperti aflatoksin atau logam berat.Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan bahan nabati lainnya.Menjaga berat badan ideal dan aktif secara fisik juga sangat penting, karena obesitas merupakan faktor risiko kanker. Mencegah kanker sejak dini bisa dimulai dari hal sederhana: memilih makanan dengan lebih cermat. Dengan memilah bahan pangan dan membatasi jenis-jenis yang berpotensi karsinogenik, kita bisa menurunkan risiko terkena kanker. Kombinasi pola makan sehat, pengolahan higienis, dan gaya hidup aktif adalah kunci pencegahan kanker. Kesadaran ini sangat penting karena pengobatan kanker membutuhkan biaya besar dan bisa sangat berat bagi penderitanya.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanApa Itu Koma Makanan (Food Coma) dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Apa Itu Koma Makanan?Koma makanan, atau food coma, adalah kondisi rasa kantuk atau ngantuk yang muncul setelah makan. Hal ini sudah cukup umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Setelah makan makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, tubuh akan memproduksi insulin untuk membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel sebagai energi. Namun, proses ini bisa membuat seseorang merasa mengantuk.Meski terasa berat dan mengganggu konsentrasi, sejauh ini belum ada bukti ilmiah bahwa koma makanan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang serius. Mengapa Kita Mengantuk Setelah MakanBeberapa faktor bisa membuat ngantuk setelah makan semakin kuat:Konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula: Jenis makanan ini memicu lonjakan insulin lebih besar.Proses metabolisme: Setelah makan, tubuh mengalihkan energi untuk mencerna, dan aliran darah lebih banyak menuju saluran pencernaan, sehingga sirkulasi ke otak bisa berkurang sementara.Jarang bergerak setelah makan: Kalau langsung duduk atau beristirahat setelah makan, tubuh tidak “stimulasi” untuk tetap aktif, memperkuat rasa kantuk. Risiko yang Mungkin TimbulWalaupun food coma umumnya tidak berbahaya, ada beberapa situasi yang bisa jadi masalah jika sering terjadi:Mengantuk saat menyetir setelah makan, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.Menurunnya konsentrasi saat bekerja sesaat setelah makan.Beberapa orang khawatir kondisi ini merupakan tanda diabetes, tetapi ngantuk setelah makan belum tentu berarti ada penyakit serius, kecuali disertai gejala lain. Cara Mengatasi Koma MakananBerikut beberapa strategi dari HelloSehat untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan:Jalan kaki atau regangkan tubuh selama 15 menit Aktivitas ringan seperti berjalan atau stretching dapat membantu meningkatkan aliran darah dan membuat Anda tetap terjaga.Konsumsi makanan bergizi seimbang Gabungkan karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat agar kenaikan gula darah lebih stabil.Makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering Makan banyak sekaligus cenderung memberi beban besar pada tubuh dan meningkatkan risiko kantuk berat.Tidur siang selama sekitar 30 menit Jika memungkinkan, tidur singkat bisa membantu mengembalikan energi.Pastikan asupan cairan cukup Dehidrasi bisa memperparah rasa lelah, jadi minum air yang cukup penting.Istirahat malam yang cukup Kurang tidur di malam hari membuat tubuh lebih rentan lelah setelah makan. Kapan Harus Khawatir?Meski ngantuk setelah makan biasanya normal, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika:Rasa kantuk sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.Anda mencurigai adanya gangguan gula darah atau diabetes.Ada gejala lain seperti pusing ekstrem, jantung berdebar, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Food coma merupakan reaksi tubuh yang wajar setelah makan dan terjadi akibat proses pencernaan serta perubahan hormon. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bila terjadi terlalu sering. Mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang tepat, menjaga kualitas tidur, dan tetap aktif setelah makan dapat membantu mencegah munculnya food coma. Namun, jika rasa kantuk terasa tidak biasa, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah tepat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanPentingnya Memenuhi Nutrisi Ibu Hamil untuk Kehamilan yang Sehat
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kehamilan adalah fase kritis di mana kebutuhan nutrisi ibu meningkat secara signifikan. Menurut Kementerian Kesehatan melalui, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang selama hamil sangat penting bukan hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk perkembangan janin.Berikut ulasan mengenai zat gizi yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil, serta tips praktis agar kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan baik. Zat Gizi Penting yang Dibutuhkan Ibu HamilBukan hanya kalori tambahan, ibu hamil juga perlu asupan zat mikro yang cukup agar proses tumbuh kembang janin berjalan optimal:Asam FolatDibutuhkan untuk pembentukan sel, terutama organ janin, dan penting untuk mencegah cacat tabung saraf.Kebutuhan harian ibu hamil: sekitar 600–800 mcg.Sumber: kacang-kacangan (kedelai, polong), hati, telur, sayuran hijau.KalsiumPenting untuk pembentukan tulang dan gigi bayi, serta menjaga kesehatan tulang ibu.Sumber kalsium: susu, yoghurt, keju, ikan, tahu, dan sayuran hijau tua.ProteinPerlu untuk membangun jaringan tubuh janin dan pertumbuhan volume darah ibu.Sumber: daging tanpa lemak, ayam, telur, ikan (dimasak sampai matang).Lemak SehatOmega-3 (termasuk DHA) sangat penting untuk perkembangan otak dan mata janin.Sumber lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak seperti salmon atau sarden.Zat BesiDiperlukan untuk pembentukan sel darah merah agar ibu tidak anemia.Sumber: daging merah tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau.Ibu hamil juga sering dianjurkan mengonsumsi suplemen zat besi (Tablet Tambah Darah, TTD).VitaminVitamin B (B1, B2, B6, B9, B12) penting untuk energi, pembentukan plasenta, dan kesehatan janin.Vitamin D (terutama D3) membantu penyerapan kalsium dan pertumbuhan tulang janin.Sumber vitamin: daging, kacang-kacangan, susu, ikan, paparan sinar matahari pagi. Nutrisi Saat Ibu Hamil BerpuasaBagi ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa dengan izin medis atau kondisi sehat, kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan secara seksama:Saat sahur, pilih makanan yang memberi energi tahan lama seperti nasi, roti gandum, atau sereal berserat tinggi, disertai buah seperti pisang atau kurma.Untuk buka puasa, awali dengan camilan ringan dan bergizi sebelum makan berat, agar gula darah stabil.Minum susu saat berbuka dan sahur sangat dianjurkan karena sumber kalsium dan protein.Kurangi minuman berkafein, perbanyak asupan air putih dan buah-buahan yang kaya cairan untuk menjaga hidrasi.Lanjutkan konsumsi suplemen yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan, seperti TTD. Hidrasi yang CukupSelain zat gizi, cairan juga sangat penting selama kehamilan. Ibu hamil perlu minum air yang cukup agar kebutuhan tubuhnya dan janin tetap terpenuhi: menurut pedoman, konsumsi air ideal berada di kisaran 8–10 gelas per hari tergantung berat badan. Mengapa Nutrisi Ibu Hamil Sangat Penting?Status gizi ibu akan sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.Kekurangan zat gizi dapat membawa risiko serius, seperti anemia, tekanan darah tinggi, kelahiran prematur, hingga gangguan tumbuh-kembang janin.Nutrisi yang baik juga membantu persiapan menyusui setelah bayi lahir, karena akan memengaruhi kualitas ASI. Tips Praktis untuk Pemenuhan Nutrisi Ibu HamilMakan beragam: kombinasikan kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, susu, dan daging tanpa lemak agar semua zat gizi terpenuhi.Pantau suplemen: minum suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan (misalnya TTD atau multivitamin) agar kebutuhan mikro tercukupi.Istirahat dan hidrasi: cukup tidur dan minum air secara teratur untuk mendukung fungsi tubuh dan penyerapan nutrisi.Aktivitas fisik ringan: seperti berjalan atau senam hamil, bisa membantu metabolisme dan menjaga kesehatan. Memenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil bukan soal “makan untuk dua orang,” melainkan memilih makanan yang tepat dengan komposisi gizi seimbang. Asupan asam folat, zat besi, kalsium, protein, serta lemak sehat sangat krusial untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ditambah dengan suplemen dan hidrasi yang cukup, ibu hamil bisa menjaga kehamilan tetap sehat dan mendukung pertumbuhan optimal bagi buah hatinya.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Obgyn (Kandungan) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana, Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanMengenal Aligner Gigi: Alternatif Rapi Tanpa Behel
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Aligner gigi adalah alat ortodontik modern yang berbahan plastik transparan dan dirancang khusus untuk membantu merapikan gigi. Dengan aligner, Anda bisa mendapatkan susunan gigi yang lebih rapi tanpa harus memakai kawat atau behel logam seperti biasa. Cara Kerja AlignerAligner bekerja dengan cara memindahkan gigi secara bertahap: setiap aligner dibuat selaras dengan posisi gigi saat itu dan dirancang untuk menggeser gigi sedikit demi sedikit menuju posisi ideal.Saat awal pemakaian, wajar jika muncul rasa tekanan atau tidak nyaman, karena gigi sedang beradaptasi. Seiring waktu, penggunaannya menjadi lebih mudah. Durasi PerawatanSetiap set aligner biasanya dipakai selama 1–2 minggu, sesuai petunjuk dokter.Idealnya, aligner harus dipakai setidaknya 20–22 jam per hari agar hasil maksimal.Perawatan total bisa memakan waktu 6–12 bulan, tergantung dari kondisi gigi dan sejauh mana pergeseran yang diperlukan.Setelah perawatan selesai, biasanya Anda perlu memakai retainer untuk menjaga agar gigi tetap di posisi baru. Keunggulan Aligner Dibandingkan BehelMenurut HelloSehat, berikut beberapa keuntungan memakai aligner:Estetika Lebih Baik Alignernya transparan, jadi jauh lebih “tidak terlihat” dibanding behel logam.Bisa Dilepas-Pasang Saat makan atau menyikat gigi, aligner bisa dilepas; ini memudahkan perawatan gigi dan kebersihan.Minim Iritasi Karena tidak ada kawat yang tajam atau braket, risiko luka pada gusi atau pipi lebih rendah. Kapan Aligner Tidak DirekomendasikanTidak semua kondisi gigi bisa ditangani hanya dengan aligner. Beberapa situasi yang mungkin tidak cocok antara lain:Gigi terlalu rapat atau terlalu renggang (lebih dari ukuran tertentu)Posisi rotasi gigi yang ekstremStruktur gigi sudah memiliki crown atau bridge yang kompleksOleh karena itu, sangat penting untuk konsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodontik sebelum memulai perawatan. Efek Samping yang Mungkin TerjadiBeberapa efek samping yang bisa muncul saat memakai aligner:Rasa tidak nyaman atau nyeri ringan di gigi saat mulai memakai set baru aligner.Nyeri di area gusi jika tekanan pergeseran gigi cukup besar.Iritasi lidah atau tenggorokan pada beberapa orang (walaupun jarang).Risiko peradangan gusi jika kebersihan aligner dan gigi tidak dijaga dengan baik. Hal Penting Lain untuk DipertimbangkanPasang aligner melalui dokter gigi lebih aman daripada memesan secara online tanpa pengawasan. Dokter akan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda.Setelah selesai dengan serangkaian aligner, seringkali diperlukan retainer untuk menjaga agar gigi tidak kembali ke posisi awal.Perawatan yang sukses sangat bergantung pada kedisiplinan penggunaan: pemakaian kurang dari waktu yang disarankan bisa memperlambat atau mengurangi efektivitas. Aligner gigi adalah solusi estetis dan nyaman untuk merapikan gigi tanpa harus memakai behel logam konvensional. Meski tidak cocok untuk semua kasus, terutama yang kompleks, keuntungan seperti transparansi, kemudahan dilepas, dan minim iritasi menjadikannya pilihan menarik. Namun, sebelum memutuskan, diskusi dengan dokter gigi dan pertimbangan komitmen jangka panjang sangat penting agar hasil perawatan benar-benar optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Spesialis Gigi Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadrg. Dimas Surya Saputra, Sp.KGA, praktek setiap hari Senin pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan