Artikel Kesehatan
-
KesehatanMata Keruh Bukan Karena Usia Saja, Bisa Jadi Katarak
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Penglihatan yang mulai buram sering kali dianggap sebagai bagian normal dari pertambahan usia. Padahal, kondisi ini juga bisa menjadi tanda katarak, yaitu gangguan pada mata yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan secara bertahap.Katarak terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik ke retina, sehingga penglihatan menjadi kabur. Jika tidak ditangani, katarak dapat semakin parah dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan hingga kebutaan. Apa Itu Katarak?Katarak adalah kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga kemampuan mata untuk melihat dengan jelas menurun. Katarak umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan keluhan yang terasa pada tahap awal.Seiring waktu, kekeruhan pada lensa akan semakin mengganggu penglihatan dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, atau mengenali wajah.Gejala Katarak yang Perlu DiwaspadaiKatarak biasanya berkembang secara bertahap. Beberapa gejala yang sering dialami antara lain:Penglihatan kabur atau buramMata terasa silau saat melihat cahaya terangSulit melihat pada malam hariWarna terlihat lebih pudar atau kekuninganSering mengganti ukuran kacamataKeluhan ini dapat memburuk perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadari perubahan yang terjadi pada penglihatannya.Faktor Risiko KatarakMeski katarak sering dikaitkan dengan proses penuaan, ada berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risikonya.Pertambahan UsiaUsia merupakan faktor risiko utama katarak. Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa mata dapat mengalami perubahan dan menyebabkan lensa menjadi keruh.Diabetes dan HipertensiPenyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak lebih dini. Karena itu, pengelolaan penyakit yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.Kebiasaan Merokok dan Konsumsi AlkoholPaparan zat berbahaya dari rokok serta konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata.Paparan Sinar Matahari BerlebihPaparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko katarak. Menggunakan pelindung mata saat berada di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko ini.Riwayat Penyakit Mata atau Faktor KeturunanRiwayat gangguan mata tertentu maupun faktor genetik juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami katarak. Katarak tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, tetapi deteksi dini dapat membantu penanganan lebih cepat dan mencegah gangguan penglihatan yang lebih berat.Jangan abaikan jika penglihatan mulai buram, terasa silau, atau muncul keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata secara rutin sangat penting, terutama pada individu dengan faktor risiko yang lebih tinggi.Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan nyaman dan optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Mata Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. M. Rozi Rachmanda, Sp.M, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 09.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanJangan Abaikan Benjolan di Perut! Kenali Gejala Hernia Sejak Dini
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Benjolan di area perut atau selangkangan sering kali dianggap sepele, terutama jika tidak menimbulkan nyeri. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia, yaitu ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui otot atau jaringan yang melemah.Hernia dapat terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi ini lebih sering ditemukan pada laki-laki. Area yang paling sering mengalami hernia adalah perut dan selangkangan. Jika tidak ditangani dengan tepat, hernia dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memicu komplikasi.Apa Itu Hernia?Hernia adalah kondisi saat organ dalam, seperti usus atau jaringan lemak, menonjol melalui celah pada otot atau jaringan penyangga yang melemah. Tonjolan ini biasanya terlihat sebagai benjolan yang muncul pada bagian tubuh tertentu.Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan dan sering kali berawal dari kelemahan pada dinding otot yang kemudian diperburuk oleh tekanan berlebih di dalam perut.Tanda dan Gejala HerniaGejala hernia dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai.Benjolan Muncul Saat Berdiri atau BeraktivitasBenjolan biasanya lebih jelas terlihat saat berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan tekanan di dalam perut sehingga tonjolan menjadi lebih nyata.Benjolan Masuk Kembali Saat BerbaringPada tahap awal, benjolan hernia sering kali dapat masuk kembali ketika penderita berbaring atau saat tekanan pada perut berkurang.Nyeri atau Benjolan Tidak Bisa Masuk KembaliJika benjolan terasa nyeri, keras, atau tidak dapat didorong masuk kembali, kondisi ini perlu segera diperiksakan. Hernia yang terjepit dapat mengganggu aliran darah dan berisiko menyebabkan komplikasi serius.Pada Anak, Benjolan Tampak Saat MenangisPada bayi atau anak-anak, hernia sering terlihat sebagai benjolan yang muncul saat menangis, batuk, atau ketika aktif bergerak.Cara Mencegah HerniaMeski tidak semua kasus hernia dapat dicegah, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menurunkan risikonya.Menjaga Berat Badan IdealBerat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada dinding perut dan memperbesar risiko terjadinya hernia.Mengonsumsi Makanan Tinggi SeratAsupan serat yang cukup membantu mencegah sembelit sehingga mengurangi kebiasaan mengejan berlebihan saat buang air besar.Menghindari Mengangkat Beban BeratMengangkat beban yang terlalu berat atau dengan teknik yang salah dapat memberi tekanan besar pada otot perut.Menggunakan Penyangga Sesuai Anjuran DokterPada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan penggunaan penyangga khusus untuk membantu mengurangi tekanan pada area yang lemah. Kapan Harus ke Dokter?Segera lakukan pemeriksaan apabila muncul benjolan di area perut atau selangkangan, terutama jika disertai nyeri, pembengkakan, atau benjolan yang tidak dapat masuk kembali.Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah hernia berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Dengan diagnosis dan terapi yang tepat, risiko gangguan lebih lanjut dapat diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Bedah Digestive Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Freddy, Sp.B, KBD, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Setyo Sugiarto, Sp.B, KBD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanHidronefrosis: Pembengkakan Ginjal yang Tidak Boleh Diabaikan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hidronefrosis adalah kondisi ketika ginjal mengalami pembengkakan akibat tersumbatnya aliran urine. Sumbatan ini menyebabkan urine menumpuk di dalam ginjal dan menimbulkan tekanan balik yang dapat merusak jaringan ginjal secara perlahan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menurunkan fungsi ginjal hingga menyebabkan komplikasi yang lebih serius.Karena gejalanya kadang muncul perlahan, hidronefrosis sering tidak disadari sampai gangguan pada ginjal semakin berat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini.Apa Penyebab Hidronefrosis?Hidronefrosis dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang menghambat aliran urine dari ginjal menuju kandung kemih.Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:Posisi masuknya ureter ke pelvis ginjal yang tidak normalAdanya batu ginjal atau batu pada saluran kemihLilitan atau penyempitan pada sambungan ureter dan ginjalPenekanan ureter oleh tumor, jaringan fibrosa, atau pembuluh darah abnormalGangguan saraf atau otot pada kandung kemih maupun ureterSumbatan ini membuat urine tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga terjadi penumpukan cairan di dalam ginjal.Tanda dan Gejala HidronefrosisGejala hidronefrosis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung lokasi dan seberapa lama penyumbatan terjadi.Penyumbatan yang Terjadi CepatJika sumbatan muncul secara mendadak, penderita dapat merasakan nyeri hebat di area pinggang atau punggung bawah. Nyeri ini sering menjalar dari area tulang rusuk menuju panggul dan dikenal sebagai kolik renalis.Penyumbatan yang Terjadi PerlahanPada penyumbatan yang berkembang secara perlahan, gejala bisa sangat ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali. Sebagian orang hanya merasakan nyeri tumpul di area pinggang.Gejala lain yang dapat muncul meliputi:Urine bercampur darahInfeksi saluran kemihDemamNyeri pada area kandung kemihTerbentuknya batu ginjalBagaimana Penanganannya?Pengobatan hidronefrosis bertujuan untuk mengatasi penyumbatan dan mengurangi tekanan pada ginjal. Jika fungsi ginjal mulai menurun atau terjadi infeksi, urine yang menumpuk harus segera dikeluarkan.Pada beberapa kondisi, dokter dapat melakukan pemasangan kateter sementara untuk membantu mengalirkan urine. Jika penyebabnya adalah batu, penyempitan saluran kemih, atau tumor, tindakan seperti pembedahan atau prosedur medis lain mungkin diperlukan.Cara Mencegah HidronefrosisPencegahan hidronefrosis dapat dimulai dengan menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih setiap hari dan hindari kebiasaan yang dapat membebani ginjal.Selain itu, segera periksakan diri jika mengalami nyeri pinggang, gangguan buang air kecil, atau keluhan pada saluran kemih. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa pukul 16.00 - 18.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanJangan Anggap Sepele! Dampak Rokok Lebih Besar dari yang Kamu Kira
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Merokok sering dianggap sebagai kebiasaan biasa atau cara untuk mengurangi stres. Padahal, dampak rokok jauh lebih besar dari yang terlihat. Tidak hanya merusak kesehatan, rokok juga dapat memengaruhi kondisi sosial, ekonomi, hingga kesehatan mental seseorang.Bahayanya pun tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang ikut terpapar asap rokok. Dampak Rokok terhadap KesehatanRokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak tubuh secara perlahan. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti: Penyakit Jantung dan StrokeZat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah sehingga risiko penyakit jantung dan stroke menjadi lebih tinggi. Gangguan PernapasanMerokok juga dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru, seperti:Bronkitis kronisPenyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Penurunan fungsi paruPerokok biasanya lebih mudah mengalami batuk kronis dan sesak napas.KankerKebiasaan merokok berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, terutama:Kanker paru-paruKanker mulutKanker tenggorokanKanker saluran pernapasan lainnya Gangguan Kehamilan dan Organ TubuhPada ibu hamil, paparan rokok dapat meningkatkan risiko gangguan pada janin. Selain itu, rokok juga dapat merusak berbagai organ tubuh secara bertahap.Dalam jangka panjang, merokok dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko kematian dini. Dampak Sosial dari Kebiasaan MerokokAsap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.Membahayakan Perokok PasifOrang yang sering menghirup asap rokok juga memiliki risiko terkena penyakit, meski tidak merokok secara langsung.Kelompok yang paling rentan antara lain:Anak-anakIbu hamilLansia Memengaruhi Lingkungan SekitarKebiasaan merokok juga dapat membuat anak dan remaja menganggap rokok sebagai hal biasa sehingga meningkatkan risiko mereka ikut mencoba merokok.Selain itu, asap rokok dapat mengganggu kenyamanan orang lain di lingkungan rumah maupun tempat umum. Dampak PsikologisNikotin dalam rokok dapat menyebabkan kecanduan sehingga membuat seseorang sulit berhenti merokok.Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat:Memicu rasa cemas dan stresMenurunkan rasa percaya diriMenjadi pelarian sementara dari masalahPadahal, rokok bukan solusi jangka panjang untuk mengatasi tekanan emosional. Berhenti Merokok adalah Investasi untuk Masa DepanBerhenti merokok memang tidak selalu mudah, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan dan kualitas hidup.Beberapa manfaat yang bisa dirasakan setelah berhenti merokok antara lain:Napas terasa lebih legaRisiko penyakit menurunTubuh lebih bugarPengeluaran lebih hematKualitas hidup meningkatSelain melindungi diri sendiri, berhenti merokok juga membantu menjaga kesehatan keluarga dan orang-orang di sekitar.Mulai Langkah Kecil Hari IniMerokok bukan hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga memengaruhi banyak aspek kehidupan. Semakin cepat berhenti, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan tubuh.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanMengapa Sariawan Muncul di Bawah Lidah? Ini Faktor yang Bisa Memicu!
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Sariawan di bawah lidah sering menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman, terutama saat makan, minum, atau berbicara. Meski umumnya bukan kondisi berbahaya, sariawan yang sering muncul atau sulit sembuh tetap perlu diperhatikan.Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sariawan di bawah lidah, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi kesehatan tertentu. Kenapa Sariawan Bisa Muncul di Bawah Lidah?Bagian bawah lidah memiliki jaringan yang cukup sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi atau luka. Ketika lapisan jaringan mulut mengalami gangguan, dapat muncul luka kecil yang terasa nyeri atau perih.Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab sariawan di bawah lidah.1. Cedera Ringan pada MulutCedera ringan menjadi salah satu penyebab paling umum sariawan.Luka dapat terjadi karena:Tidak sengaja tergigitMenyikat gigi terlalu kerasTerkena makanan yang keras atau tajamGesekan saat makanCedera kecil ini dapat memicu peradangan dan menyebabkan sariawan.2. Penggunaan Alat GigiBeberapa alat di dalam mulut juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan lidah dan mulut, seperti:Kawat gigiRetainerGigi palsuTambalan gigi yang permukaannya tidak halusGesekan yang terjadi terus-menerus dapat menimbulkan luka dan sariawan.3. Perubahan HormonPerubahan hormon pada wanita dapat meningkatkan risiko sariawan, terutama saat:MenstruasiKehamilanMenopausePerubahan hormon dapat membuat jaringan mulut menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.4. Paparan Bahan KimiaBeberapa kandungan dalam produk perawatan mulut dapat memicu iritasi pada jaringan mulut.Salah satunya adalah sodium lauryl sulfate (SLS), bahan yang sering ditemukan pada:Pasta gigiObat kumurPada sebagian orang, bahan ini dapat memicu munculnya sariawan.5. Konsumsi Makanan TertentuMakanan yang terlalu pedas, panas, atau asam dapat mengiritasi jaringan mulut dan memicu luka di bawah lidah.Beberapa contoh makanan yang dapat menjadi pemicu antara lain:Makanan pedasJeruk dan makanan asamMakanan atau minuman terlalu panasKonsumsi berlebihan dapat membuat mulut lebih mudah mengalami iritasi.6. Kekurangan NutrisiKurangnya asupan nutrisi tertentu dapat melemahkan lapisan pelindung mulut sehingga lebih mudah terjadi sariawan.Nutrisi yang berperan penting antara lain:Vitamin B3Vitamin B12Vitamin CZat besiAsam folatKarena itu, pola makan bergizi seimbang penting untuk menjaga kesehatan mulut.7. Alergi MakananPada beberapa orang, reaksi alergi terhadap makanan tertentu dapat memicu munculnya sariawan.Makanan yang sering memicu alergi misalnya:SusuTelurMakanan lautJika sariawan sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut.8. Infeksi BakteriInfeksi bakteri tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan, salah satunya bakteri Helicobacter pylori yang dikenal sebagai penyebab gangguan lambung.Infeksi dapat memengaruhi kondisi kesehatan mulut dan memicu peradangan.9. StresStres dan tekanan emosional dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan mengalami sariawan.Kurang istirahat dan kelelahan juga dapat memperburuk kondisi ini. Jaga Kesehatan Mulut Sejak DiniMenjaga kebersihan mulut, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari pemicu iritasi dapat membantu mencegah sariawan muncul kembali.Jangan abaikan sariawan yang terus berulang, karena deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat membantu mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanCegah Hepatitis Sejak Dini: Terapkan Hidup Bersih dan Sehat Setiap Hari
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, pola hidup tidak sehat, maupun faktor lainnya. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi gangguan hati yang serius jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik.Selain melalui imunisasi, pencegahan hepatitis juga dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penularan dan menjaga kesehatan hati. Apa Itu Hepatitis?Hepatitis adalah kondisi peradangan pada organ hati. Beberapa jenis hepatitis disebabkan oleh virus, seperti:Hepatitis AHepatitis BHepatitis CHepatitis DHepatitis EPenularannya dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan darah atau cairan tubuh, hingga penggunaan alat pribadi secara bergantian.Gejala hepatitis dapat berupa:Mudah lelahMual dan muntahNyeri perutKulit dan mata menguningUrine berwarna gelapNafsu makan menurunPada beberapa kasus, hepatitis juga bisa muncul tanpa gejala sehingga sering tidak disadari. Cara Mencegah Hepatitis Sejak Dini1. Jaga Kebersihan DiriMencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting untuk membantu mencegah penularan hepatitis, terutama hepatitis A dan E.Biasakan mencuci tangan:Sebelum makanSetelah dari toiletSetelah beraktivitas di luar rumahSebelum mengolah makananKebiasaan ini membantu mengurangi risiko masuknya kuman dan virus ke dalam tubuh.2. Konsumsi Makanan yang AmanMakanan yang tidak higienis dapat menjadi salah satu sumber penularan hepatitis.Beberapa hal yang perlu diperhatikan:Cuci bahan makanan hingga bersih sebelum dimasakPastikan makanan dimasak matang sempurnaHindari makanan mentah yang kebersihannya tidak terjaminGunakan air bersih untuk memasak dan minumPola konsumsi yang aman membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan hati.3. Perhatikan Kebersihan LingkunganLingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit, termasuk hepatitis.Pastikan untuk:Menjaga kebersihan rumahMengelola sampah dengan baikMenggunakan sumber air yang bersihMenjaga kebersihan kamar mandi dan dapurLingkungan yang sehat mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.4. Terapkan Pola Hidup SehatMenjaga daya tahan tubuh juga penting untuk membantu tubuh melawan infeksi.Beberapa langkah yang dapat dilakukan:Konsumsi makanan bergizi seimbangRutin berolahragaTidur dan istirahat yang cukupKelola stres dengan baikTubuh yang sehat membantu fungsi organ hati tetap optimal.5. Hindari Berbagi Barang PribadiBeberapa jenis hepatitis dapat menular melalui darah atau cairan tubuh. Karena itu, hindari menggunakan barang pribadi secara bergantian, seperti:Sikat gigiAlat cukurJarum suntikAlat tindik atau tato yang tidak sterilKebiasaan ini membantu mengurangi risiko penularan hepatitis B dan C.6. Hindari Kebiasaan BerisikoKonsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan obat atau narkoba tanpa pengawasan dapat merusak hati dan meningkatkan risiko hepatitis.Menjaga pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan berisiko menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan hati dalam jangka panjang. Mulai dari Kebiasaan SederhanaHepatitis dapat dicegah dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup sehat bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanLansia Tetap Aktif dan Bugar: Pilihan Aktivitas Fisik yang Aman dan Menyenangkan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Memasuki usia lanjut bukan berarti harus berhenti aktif bergerak. Justru, aktivitas fisik yang rutin dan sesuai kemampuan sangat penting untuk membantu lansia menjaga kesehatan tubuh, kebugaran, serta kualitas hidup sehari-hari.Tetap aktif dapat membantu lansia merasa lebih sehat, mandiri, dan nyaman menjalani aktivitas. Selain baik untuk fisik, olahraga juga membantu menjaga suasana hati dan kesehatan mental. Kenapa Lansia Perlu Tetap Aktif?Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh secara alami akan mengalami penurunan, seperti:Otot menjadi lebih lemahSendi terasa kakuKeseimbangan tubuh menurunRisiko penyakit kronis meningkatKarena itu, aktivitas fisik membantu menjaga tubuh tetap kuat dan mencegah penurunan fungsi tubuh terjadi lebih cepat.Manfaat olahraga rutin bagi lansia antara lain:Menjaga kesehatan jantungMemperkuat otot dan tulangMelancarkan peredaran darahMenjaga keseimbangan tubuhMengurangi risiko jatuhMembantu menjaga berat badanMeningkatkan kualitas tidur dan suasana hati Pilihan Aktivitas Fisik yang Aman untuk Lansia1. Jalan SantaiJalan santai menjadi salah satu aktivitas paling mudah dan aman dilakukan lansia. Aktivitas ini dapat membantu:Meningkatkan staminaMembakar kaloriMenjaga kesehatan jantungMelancarkan sirkulasi darahJalan santai bisa dilakukan di pagi atau sore hari dengan durasi yang disesuaikan kondisi tubuh.2. BersepedaBersepeda termasuk olahraga ringan yang baik untuk kesehatan sendi dan otot. Aktivitas ini juga membantu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran tubuh.Namun, keamanan tetap perlu diperhatikan, seperti:Menggunakan sepeda yang nyamanMemilih jalur yang amanMenggunakan pelindung bila diperlukanTidak memaksakan diri jika tubuh lelah3. Dansa atau SenamSenam dan dansa dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan karena dilakukan dengan iringan musik dan gerakan yang ringan.Selain membantu tubuh tetap aktif, aktivitas ini juga bermanfaat untuk:Melatih keseimbangan tubuhMeningkatkan koordinasi gerakMenjaga kelenturan tubuhMembantu mengurangi stresKegiatan bersama kelompok juga dapat membantu lansia tetap aktif secara sosial.4. BerenangBerenang termasuk olahraga yang baik untuk lansia karena gerakannya relatif ringan bagi sendi.Manfaat berenang antara lain:Memperkuat ototMenjaga kesehatan sendiMelancarkan peredaran darahMendukung kesehatan jantung dan paru-paruOlahraga air juga membantu mengurangi tekanan pada lutut dan tulang belakang sehingga terasa lebih nyaman. Tips Aman Berolahraga untuk LansiaAgar aktivitas fisik tetap aman dan nyaman, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:Pilih olahraga sesuai kondisi tubuhMulai dengan intensitas ringanLakukan pemanasan dan pendinginanGunakan pakaian dan alas kaki yang nyamanMinum cukup airBeristirahat jika merasa lelah atau pusingKonsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit tertentuYang terpenting, olahraga dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan. Tetap Aktif untuk Menjaga Kualitas HidupAktivitas fisik tidak harus berat untuk memberikan manfaat bagi tubuh. Gerakan sederhana yang dilakukan rutin dapat membantu lansia tetap sehat, bugar, dan lebih mandiri dalam menjalani keseharian.Dengan memilih aktivitas yang aman dan menyenangkan, lansia dapat menikmati masa tua dengan tubuh yang lebih sehat, pikiran lebih segar, dan kualitas hidup yang lebih baik. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanSendi Sering Nyeri & Kaku? Waspada Rheumatoid Arthritis!
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Nyeri dan kaku pada sendi sering dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau faktor usia. Namun, jika keluhan terjadi terus-menerus, terutama di pagi hari, kondisi ini bisa menjadi tanda rheumatoid arthritis.Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan sendi secara kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat merusak sendi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa Itu Rheumatoid Arthritis?Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama lapisan sendi.Akibatnya, sendi mengalami:PeradanganPembengkakanNyeriKekakuanDalam jangka panjang, peradangan dapat merusak sendi bahkan memengaruhi organ tubuh lain.Penyakit ini lebih sering dialami wanita, terutama pada usia 40–60 tahun, dan biasanya menyerang kedua sisi tubuh secara bersamaan. Penyebab dan Faktor RisikoPenyebab pasti rheumatoid arthritis belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan sistem imun yang dipengaruhi beberapa faktor risiko, seperti:MerokokObesitasPaparan bahan kimia seperti asbes dan silikaInfeksi tertentuCedera pada sendiFaktor genetik atau keturunanFaktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada sendi. Gejala Rheumatoid Arthritis yang Perlu DiwaspadaiGejala rheumatoid arthritis biasanya berkembang secara perlahan dan dapat memburuk seiring waktu.Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:Nyeri sendiBengkak pada sendiSendi terasa hangat dan kemerahanKaku pada sendi, terutama di pagi hariMudah lelahSulit bergerakKekakuan sendi pada rheumatoid arthritis umumnya berlangsung cukup lama setelah bangun tidur. Keluhan yang Sering Terjadi pada KakiRheumatoid arthritis juga sering menyerang area kaki dan pergelangan kaki. Keluhan yang dapat muncul meliputi:Nyeri saat berjalanNyeri yang terasa lebih berat saat naik tanjakanNyeri pada tumit atau tulang keringPerubahan bentuk kakiSulit menggunakan sepatu karena bentuk kaki berubahJika terus berlanjut, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan berjalan dan aktivitas sehari-hari. Mengapa Rheumatoid Arthritis Tidak Boleh Diabaikan?Peradangan yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Selain itu, rheumatoid arthritis juga dapat memengaruhi organ lain seperti:JantungParu-paruMataPembuluh darahKarena itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk membantu memperlambat kerusakan sendi. Cara Mengelola Rheumatoid ArthritisMeski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, rheumatoid arthritis dapat dikontrol dengan penanganan yang tepat.Beberapa langkah yang biasanya dilakukan antara lain:Konsumsi obat sesuai anjuran dokterMenjaga berat badan idealRutin berolahraga ringanMenghindari rokokIstirahat yang cukupFisioterapi bila diperlukanKontrol rutin ke dokterPenanganan yang tepat membantu mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Pentingnya Mengenali Gejala Sejak DiniRheumatoid arthritis dapat berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal. Jangan abaikan jika sendi sering terasa nyeri, bengkak, atau kaku, terutama bila keluhan terjadi berulang dan mengganggu aktivitas.Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih berat dan menjaga kualitas hidup tetap baik. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanJangan Tunggu Tekanan Darah Naik! Cegah Hipertensi Mulai Sekarang
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena dapat muncul tanpa gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.Padahal, tekanan darah tinggi sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit serius di masa depan. Kenapa Hipertensi Perlu Dicegah?Tekanan darah yang terus tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan berbagai organ penting.Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko:StrokeSerangan jantungGagal ginjalGangguan penglihatanPenyakit pembuluh darahKarena sering tidak menimbulkan keluhan, pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Langkah Sederhana Mencegah Hipertensi1. Konsumsi Makanan SehatPola makan sehat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Perbanyak konsumsi:Buah-buahanSayuranMakanan tinggi seratProtein sehatNutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.2. Batasi Asupan GaramTerlalu banyak garam dapat membuat tubuh menahan cairan sehingga tekanan darah meningkat.Beberapa sumber garam berlebih yang perlu dibatasi antara lain:Makanan instanFast foodCamilan asinMakanan olahanMengurangi konsumsi garam menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah hipertensi.3. Kurangi Konsumsi Kafein BerlebihanKafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Karena itu, konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein sebaiknya tetap dalam jumlah wajar.4. Berhenti MerokokMerokok dapat merusak pembuluh darah dan membuat tekanan darah meningkat. Tidak hanya bagi perokok aktif, paparan asap rokok juga dapat membahayakan kesehatan orang di sekitarnya.Berhenti merokok membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko hipertensi.5. Rutin BerolahragaAktivitas fisik membantu memperkuat jantung sehingga jantung dapat memompa darah lebih efisien.Olahraga ringan yang dapat dilakukan antara lain:Jalan kakiBersepedaJoggingSenamBerenangLakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.6. Jaga Berat Badan IdealBerat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga dapat membantu menurunkan risiko hipertensi.7. Batasi Konsumsi AlkoholKonsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi kesehatan jantung. Membatasi atau menghindari alkohol membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.8. Kurangi Lemak JenuhMakanan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi.Pilih makanan yang lebih sehat seperti:IkanKacang-kacanganDaging tanpa lemakMakanan rendah lemak Mulai dari Kebiasaan KecilMencegah hipertensi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti makan sehat, cukup minum air putih, tidur cukup, dan rutin bergerak sudah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
-
KesehatanJangan Anggap Sepele! Ini Orang yang Rentan Tekanan Darah Tinggi
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.Banyak orang mengira hipertensi hanya dialami usia lanjut. Padahal, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu. Karena itu, penting untuk mengenali kelompok yang lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Apa Itu Hipertensi?Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tekanan darah yang terlalu tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ penting dalam tubuh. Siapa Saja yang Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?1. LansiaSemakin bertambah usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku dan kurang elastis. Kondisi ini membuat tekanan darah lebih mudah meningkat.Karena itu, risiko hipertensi biasanya meningkat pada usia lanjut.2. Memiliki Riwayat Keluarga HipertensiFaktor keturunan juga berperan dalam meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki hipertensi, risiko seseorang mengalami kondisi yang sama menjadi lebih besar.Meski demikian, gaya hidup sehat tetap dapat membantu menurunkan risiko tersebut.3. Berat Badan Berlebih atau ObesitasBerat badan berlebih membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat.Selain itu, obesitas juga sering berkaitan dengan gangguan metabolisme lain seperti diabetes dan kolesterol tinggi.4. Kurang Aktivitas FisikJarang bergerak atau kurang olahraga dapat membuat kesehatan jantung dan pembuluh darah menurun. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih berat sehingga meningkatkan risiko hipertensi.Aktivitas fisik yang rutin membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.5. Perokok Aktif Maupun PasifZat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Tidak hanya perokok aktif, orang yang sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.Karena itu, menghindari rokok sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.6. Sering Mengonsumsi Makanan AsinKonsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat.Makanan tinggi garam yang perlu dibatasi antara lain:Makanan instanMakanan olahanCamilan asinFast foodMengurangi asupan garam menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah hipertensi.7. Memiliki Penyakit KronisBeberapa penyakit kronis dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, seperti:DiabetesGangguan ginjalPenyakit jantungKolesterol tinggiKarena itu, penderita penyakit kronis perlu rutin memantau tekanan darah dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Kenapa Hipertensi Tidak Boleh Diabaikan?Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius, seperti:StrokeSerangan jantungGagal ginjalGangguan penglihatanKerusakan pembuluh darahYang berbahaya, banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisinya karena sering tidak memiliki keluhan. Cara Mencegah Hipertensi Sejak DiniBeberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi antara lain:Rutin berolahragaMenjaga berat badan idealMengurangi konsumsi garamBerhenti merokokMengelola stresTidur cukupRutin memeriksa tekanan darah Mengenali faktor risiko sejak dini membantu kita lebih waspada dan lebih cepat melakukan pencegahan. Jangan tunggu muncul komplikasi, mulai jaga kesehatan dari sekarang agar tekanan darah tetap terkontrol dan tubuh tetap sehat. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan