Artikel Kesehatan

Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella
Kesehatan

Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Nyeri lutut merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama oleh remaja, atlet, dan orang yang aktif bergerak. Salah satu penyebab nyeri lutut yang perlu diwaspadai adalah chondromalacia patella, yaitu kondisi ketika tulang rawan di bagian bawah tempurung lutut mengalami pelunakan dan kerusakan. Apa Itu Chondromalacia Patella?Chondromalacia patella adalah gangguan pada tulang rawan patella (tempurung lutut) yang berfungsi melindungi tulang dan membantu pergerakan sendi lutut tetap mulus. Saat tulang rawan ini melemah atau rusak, gesekan antara patella dan tulang paha meningkat, sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman saat bergerak.Kondisi ini sering disebut sebagai runner’s knee karena kerap dialami oleh pelari dan individu yang melakukan aktivitas dengan tekanan berulang pada lutut. Penyebab Chondromalacia PatellaBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya chondromalacia patella antara lain:Aktivitas fisik berlebihan yang memberi tekanan berulang pada lututCedera langsung pada lutut, seperti benturan atau jatuhPosisi tempurung lutut yang tidak sejajarOtot paha yang lemah atau tidak seimbangBerat badan berlebih yang memberi beban tambahan pada sendi lututFaktor-faktor tersebut dapat menyebabkan tulang rawan patella aus secara bertahap dan memicu peradangan. Gejala yang Perlu DiperhatikanGejala chondromalacia patella umumnya berkembang secara perlahan. Beberapa tanda yang sering dirasakan meliputi:Nyeri di bagian depan lutut, terutama saat naik atau turun tanggaRasa sakit saat jongkok atau duduk lama dengan lutut tertekukLutut terasa kaku atau berbunyi saat digerakkanNyeri bertambah setelah aktivitas fisik beratPada kondisi tertentu, nyeri bisa memburuk jika tidak ditangani dengan baik. Cara Mengatasi Chondromalacia PatellaPenanganan chondromalacia patella bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi lutut, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.1. Istirahat dan Modifikasi Aktivitas Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada lutut dapat membantu meredakan peradangan.2. Terapi Fisik Fisioterapi membantu memperkuat otot paha dan menjaga keseimbangan otot di sekitar lutut sehingga tekanan pada patella berkurang.3. Obat Pereda Nyeri Obat antiinflamasi nonsteroid dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, sesuai anjuran tenaga medis.4. Penggunaan Alat Penyangga Lutut Brace atau pelindung lutut dapat membantu menjaga posisi tempurung lutut agar tetap stabil saat bergerak.5. Tindakan Medis Lanjutan Pada kasus yang berat dan tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat merekomendasikan prosedur medis atau tindakan operasi. Pencegahan Chondromalacia PatellaUntuk menurunkan risiko chondromalacia patella, penting menjaga kesehatan lutut dengan cara:Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah olahragaMenjaga berat badan idealMenggunakan alas kaki yang sesuaiMenghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada lutut Chondromalacia patella merupakan salah satu penyebab nyeri lutut yang sering terjadi akibat kerusakan tulang rawan tempurung lutut. Meski bukan kondisi berbahaya, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan perawatan yang sesuai dan perubahan gaya hidup, gejala chondromalacia patella dapat dikelola sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Kenali Faktor Risiko Utama Kanker Serviks untuk Lindungi Diri Anda
    Kesehatan

    Kenali Faktor Risiko Utama Kanker Serviks untuk Lindungi Diri Anda

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu penyakit kanker yang paling sering diderita wanita di Indonesia namun kabar baiknya, banyak faktor-risiko yang bisa kita kenali lebih awal dan upaya pencegahan yang terbukti efektif. berikut ini faktor-risiko penting yang perlu Anda dan orang terdekat pahami. Faktor-Risiko yang Sering Terabaikan Memulai hubungan seksual pada usia muda (<18 tahun) Wanita yang aktif secara seksual sangat dini memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus utama penyebab kanker serviks. Berganti-ganti pasangan seksual atau pasangan pria yang sering berganti pasangan Kontak seksual dengan banyak orang atau melalui pasangan yang memiliki banyak pasangan meningkatkan kemungkinan penularan HPV. Merokok atau terpapar asap rokok Wanita yang merokok (atau sering berada di sekitar perokok) memiliki risiko sekitar dua kali lipat dibanding yang tidak. Zat kimia dalam rokok merusak sistem kekebalan dan sel di serviks. Infeksi berulang pada organ intim & kebersihan yang kurang Keputihan berulang, infeksi saluran kelamin, atau kebersihan alat genital yang kurang dapat memperbesar peluang sel serviks berubah secara abnormal. Riwayat keluarga dengan kanker serviks Faktor genetik atau lingkungan yang sama bisa membuat seseorang lebih rentan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah Kondisi yang melemahkan sistem imun, seperti HIV, penggunaan imunomodulator, atau penyakit kronis, dapat mempercepat perkembangan sel kanker akibat infeksi HPV.  Apa Yang Bisa Anda Lakukan untuk Mengurangi Risiko Lakukan skrining rutin seperti pemeriksaan IVA atau Pap smear sesuai rekomendasi agar pertumbuhan sel abnormal bisa dideteksi sejak dini. Pertimbangkan vaksinasi HPV sesuai usia yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Hindari merokok dan paparan asap rokok baik aktif maupun pasif. Jaga kebersihan alat genital dan hindari hubungan seksual risiko tinggi. Bangun gaya hidup sehat: konsumsi sayur dan buah, lakukan aktivitas fisik teratur, dan kontrol berat badan.  Mengetahui factor risiko bukanlah menakut-nakuti, tapi memberi kuasa pada diri Anda untuk membuat pilihan yang lebih baik. Dengan memahami dan mengubah faktor-risiko sedini mungkin, Anda ikut mengambil langkah aktif melindungi tubuh Anda dari kanker serviks penyakit yang bisa dicegah dan dikendalikan bila ditemukan dini.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana., Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kanker Serviks Bukan Takdir, Tapi Bisa Dicegah Sejak Dini
    Kesehatan

    Kanker Serviks Bukan Takdir, Tapi Bisa Dicegah Sejak Dini

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!“Cegah lebih baik daripada mengobati” bukan sekadar pepatah, melainkan benar-benar berlaku untuk kanker serviks. Di Indonesia, angka kasus baru dan kematian akibat penyakit ini masih tinggi setiap tahun sekitar 36.000 perempuan didiagnosis, dan 21.000 di antaranya meninggal. Namun kabar baiknya: kanker serviks termasuk yang bisa dicegah dan jika ditemukan dini, peluang sembuhnya jauh lebih besar. Apa Itu Kanker Serviks?Kanker serviks atau kanker leher rahim muncul ketika sel-sel di bagian bawah rahim (serviks) tumbuh secara abnormal dan tak terkendali. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi persisten dari Human Papillomavirus (HPV) yang menular melalui hubungan seksual, terutama jenis berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18. Gejala yang Patut DiwaspadaiKarena sel kanker sering tumbuh perlahan dan tanpa gejala awal, banyak wanita baru menyadarinya saat stadium lanjut. Beberapa gejala yang sebaiknya tidak diabaikan: Perdarahan vagina di luar masa haid atau setelah berhubungan intim. Keputihan yang berubah berwarna, berbau, atau bercampur darah. Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim. Berat badan menurun tanpa sebab jelas, mudah lelah, atau sering buang air kecil. Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala tersebut, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Langkah Pencegahan yang EfektifSatu hal yang menggembirakan: banyak langkah pencegahan yang bisa Anda ambil untuk melindungi diri dan besar kemungkinan berhasil. Vaksin HPV diberikan idealnya untuk anak perempuan usia 9-14 tahun, tapi juga bisa bagi wanita muda. Pemberian vaksin telah terbukti menurunkan risiko pra-kanker serviks. Skrining rutin pemeriksaan seperti Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sangat penting untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini. Hindari kebiasaan berisiko seperti merokok, seks tanpa proteksi, berganti-ganti pasangan, dan kebersihan organ intim yang kurang baik bisa dihindari. Gaya hidup sehat konsumsi sayur buah, lakukan aktivitas fisik, kontrol berat badan dan jaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap prima.  Pengobatan & PenangananJika sudah terdiagnosis, penanganan akan bergantung pada stadium kanker dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Beberapa metode yang umum: Operasi untuk mengangkat jaringan serviks atau rahim jika kanker masih di tahap awal. Radioterapi dan kemoterapi untuk kanker yang lebih lanjut atau telah menyebar. Setelah pengobatan, kontrol secara rutin sangat penting agar berhasil dan terhindar dari kekambuhan.  Kanker serviks bukanlah “hukuman mati” melainkan tantangan yang bisa kita lawan bersama dengan pengetahuan, pemeriksaan dini, dan tindakan preventif. Jika Anda seorang perempuan atau mengenal perempuan lainnya, ajaklah untuk rutin skrining, berbicara terbuka tentang kesehatan reproduksi, dan menjaga gaya hidup yang mendukung. Karena menjaga leher rahim berarti menjaga masa depan, kebahagiaan, dan keluarga yang sehat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana., Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kurang Gerak dan Gaya Hidup Instan: Pemicu Diabetes di Kalangan Anak Muda
    Kesehatan

    Kurang Gerak dan Gaya Hidup Instan: Pemicu Diabetes di Kalangan Anak Muda

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Meski banyak orang masih menganggap diabetes adalah “penyakit orang tua”, kenyataannya saat ini justru semakin banyak anak, remaja, dan dewasa muda yang mengalami kondisi ini. Perubahan gaya hidup modern dengan pola makan tinggi gula, aktivitas fisik rendah, dan stres kronis telah membuat diabetes makin mengintai generasi muda.Artikel ini akan membahas kenapa kondisi ini bisa terjadi pada generasi muda, apa saja gejalanya yang perlu diwaspadai, dan lebih penting lagi: bagaimana cara pencegahan yang konkret agar kita bisa tetap sehat dan produktif di masa depan. Mengapa Diabetes Bisa Menyerang Generasi Muda?Berikut adalah beberapa faktor pemicu yang makin sering ditemukan pada anak muda:Pola makan tidak seimbang: Konsumsi minuman dan makanan manis tinggi gula, makanan olahan, sedikit sayuran dan buah.Minim aktivitas fisik: Banyak remaja dan dewasa muda menghabiskan waktu duduk dan menatap layar, sedikit bergerak.Obesitas atau kelebihan berat badan di area perut: Ini meningkatkan resistensi insulin yang memicu diabetes.Faktor genetik atau keluarga: Jika anggota keluarga punya diabetes, risiko Anda juga meningkat.Gaya hidup modern & stres: Begadang, penggunaan gadget terus-menerus, dan tekanan kehidupan sehari-hari dapat berdampak pada metabolisme. Gejala Diabetes yang Perlu DiwaspadaiKebanyakan gejala diabetes bisa muncul perlahan, sehingga mudah diabaikan. Berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan:Rasa haus yang terus-menerus (polidipsi)Sering buang air kecil, termasuk malam hari (poliuri)Lapar berlebihan namun berat badan justru menurun (polifagia)Penglihatan kabur atau sering kelelahanLuka yang sulit sembuh atau infeksi yang sering munculApabila Anda atau orang muda di sekitar Anda memiliki beberapa dari gejala tersebut, ada baiknya melakukan pemeriksaan gula darah. Kenapa Ini Jadi Masalah Serius?Karena diabetes yang muncul di usia muda berarti paparan kadar gula tinggi akan berlangsung lebih lama dalam tubuh. Akibatnya, risiko komplikasi seperti:Penyakit jantung dan strokeGagal ginjalKebutaanInfeksi berat hingga amputasi.Selain itu, dampak psikologis dan sosial juga nyata: stigma, pengaturan diet yang ketat, harus rutin mengecek gula darah, dan ini semua bisa menurunkan kualitas hidup, kepercayaan diri, dan produktivitas generasi muda. Cara Pencegahan yang Bisa Mulai SekarangUntungnya, banyak langkah sederhana namun sangat efektif yang bisa dilakukan oleh generasi muda untuk menekan risiko diabetes:Pola makan sehat: Kurangi asupan gula tambahan, makanan olahan dan minuman manis. Perbanyak sayur, buah, biji-bijian, dan sumber protein sehat.Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari: Olahraga ringan seperti jalan cepat, bersepeda, atau aktif bermain juga cukup membantu.Jaga berat badan ideal: Hindari kelebihan berat badan atau obesitas terutama lemak di bagian perut.Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan: Karena keduanya dapat memperburuk metabolisme.Kelola stres dan tidur cukup: Kurang tidur dan stres kronis bisa mengganggu hormon yang mengatur gula darah.Lakukan skrining rutin: Meski masih muda, lakukan pemeriksaan gula darah jika memiliki faktor risiko atau gaya hidup yang kurang ideal. Generasi muda bukan hanya bagian dari masa depan mereka masa sekarang dari produktivitas, kreativitas, dan pembangunan bangsa. Diabetes bukanlah “kondisi yang datang nanti” saja, melainkan realitas yang bisa menyerang lebih cepat dari yang kita bayangkan.Dengan memahami risiko, mengenali gejala sejak dini, dan menjalani gaya hidup sehat, kita bisa mengambil langkah nyata untuk mencegah diabetes agar generasi muda bisa hidup aktif, sehat, dan produktif.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDr. dr. Winarko Luminturahardjo., Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis, Sabtu pukul 09.00 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan., Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira., Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Dishidrosis (Eksim di Tangan dan Kaki): Kenali dan Atasi Dengan Bijak
    Kesehatan

    Dishidrosis (Eksim di Tangan dan Kaki): Kenali dan Atasi Dengan Bijak

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah merasakan lepuhan-lepus kecil di telapak tangan atau kaki yang terasa gatal, perih, atau terus muncul ulang? Mungkin itu adalah dyshidrosis jenis eksim yang khusus muncul di area tangan dan kaki. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami kondisi ini dengan pendekatan yang humanis: apa itu dishidrosis, gejalanya, penyebab yang mungkin, serta bagaimana mengelolanya agar tidak terus kambuh. Apa Itu Dishidrosis?Dishidrosis, atau disebut juga pompholyx atau eksim dishidrotik, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan kemunculan lepuhan kecil berisi cairan terutama di telapak tangan, telapak kaki, dan sela-sela jari. Lepuhan ini bisa terasa gatal, perih, atau bahkan tidak disadari saat muncul. Meskipun bukan infeksi yang menular, dishidrosis bisa sangat mengganggu dan kambuh berulang kali. Gejala yang Perlu DiketahuiBeberapa tanda khas dishidrosis meliputi:Lepuhan berbintik kecil (berdiameter ~3 mm atau kurang) yang muncul di telapak tangan, telapak kaki, ujung jari atau lipatan antar-jari.Lepuhan berisi cairan yang tampak buram, kadang menyatu membentuk lepuhan yang lebih besar.Rasa gatal atau sensasi terbakar; kadang nyeri apabila lepuhan pecah atau terinfeksi.Kulit yang tertutup lepuhan bisa mengering, bersisik, atau retak terutama jika area tersebut sering terpapar air, sabun, atau iritan lainnya. Penyebab dan Faktor RisikoMeskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya jelas, para ahli menemukan beberapa faktor yang sering terkait dengan munculnya dishidrosis:Riwayat alergi atau eksim sebelumnya (dermatitis atopik) bisa meningkatkan kecenderungan.Stres atau kecemasan yang berkelanjutan.Kontak atau paparan dengan zat iritan atau acarien seperti logam (nikel, kobalt), bahan kimia rumah tangga (sabun keras, detergen), atau sering basah-keringnya tangan/kaki.Kulit yang lembap terus-menerus atau banyak berkeringat, terutama di tangan dan kaki yang terpapar air. Penanganan dan PengelolaanMeskipun dishidrosis tidak selalu bisa “sembuh total” karena cenderung kambuh, banyak orang bisa mengendalikan gejalanya dan memperpanjang periode bebas lepuhan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:Gunakan salep atau krim kortikosteroid topikal untuk meredakan peradangan dan gatal saat kambuh.Untuk kasus yang lebih berat, terapi tambahan seperti fototerapi (terapi sinar), imunomodulator topikal, atau bahkan suntikan botoks bisa dipertimbangkan.Perawatan rumahan: menjaga kebersihan dan kelembapan kulit; menggunakan air hangat kuku atau kompres dingin saat muncul lepuhan untuk meredakan rasa tidak nyaman.Hindari pemicu yang telah Anda identifikasi misalnya kontak logam, sabun keras, bahan kimia rumah tangga, serta kondisi tangan atau kaki yang basah terus-menerus. Munculnya lepuhan di tangan atau kaki bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa terganggu dan membuat Anda merasa kurang nyaman. Tapi Anda tidak sendiri, dan dengan pemahaman yang tepat tentang kondisi ini, Anda bisa mengambil langkah nyata untuk meredakan dan mengelola dishidrosis.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis., Sp.DVE, praktek setiap hari Senin - Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Mengapa Kurang Tidur Bisa Membahayakan? Simak 5 Dampak Utama
    Kesehatan

    Mengapa Kurang Tidur Bisa Membahayakan? Simak 5 Dampak Utama

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Tidur bukan sekadar istirahat melainkan momen penting bagi tubuh dan otak untuk memperbaiki diri dan memulihkan energi. Namun, banyak dari kita yang malah mengabaikan waktu tidur cukup. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), kurang tidur bisa membawa lima dampak serius bagi kesehatan. Lima Dampak Utama Kurang Tidurini bisa membuat sistem kekebalan lemah, organ tubuh tidak optimal, dan kita jadi lebih rentan sakit.Kulit terlihat lebih tua Kurang tidur mengganggu regenerasi sel kulit, sehingga garis-garis halus lebih cepat muncul, kulit tampak kusam, dan tanda penuaan bisa datang lebih dini.Sering lupa Waktu tidur yang kurang membuat otak tidak punya “waktu istirahat” yang cukup, sehingga memori dan kemampuan mengingat bisa melemah.Munculnya obesitas Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang akibatnya kita bisa makan lebih banyak atau memilih makanan kurang sehat, yang memicu kenaikan berat badan.Hilangnya konsentrasi saat belajar atau bekerja Otak yang kelelahan karena tidur tidak cukup akan kesulitan fokus, membuat kita sulit mengikuti pelajaran atau kerja dengan efektif. Apa Yang Bisa Dilakukan Agar Tidur Lebih Baik?Usahakan tidur dalam durasi yang cukup (umumnya 7–8 jam untuk orang dewasa), dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: matikan gadget, atur cahaya lembut, dan hindari kafein atau makanan berat menjelang tidur.Jadwalkan aktivitas fisik secara rutin olahraga moderat membantu tubuh lelah secara sehat dan meningkatkan kualitas tidur.Perhatikan pola makan dan hindari makan besar atau terlalu manis dekat waktu tidur.Bila Anda terus-menerus sulit tidur atau merasa kualitas tidur jelek, sebaiknya konsultasi ke tenaga kesehatan. Tidur cukup bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan kesehatan yang penting. Tubuh yang kurang tidur bukan cuma merasa lelah semata ia bisa memicu gangguan fisik, mental, dan kualitas hidup. Mulailah memberi waktu dan perhatian lebih untuk tidur malam Anda. Karena tubuh Anda pantas mendapatkan “istirahat” yang layak, agar esok hari Anda bisa bangun lebih kuat, lebih fokus, dan lebih sehat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Serangan Jantung di Usia Muda: Kini Ancaman Nyata Meski Tubuh Masih “Muda”
    Kesehatan

    Serangan Jantung di Usia Muda: Kini Ancaman Nyata Meski Tubuh Masih “Muda”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Dulu, serangan jantung selalu dikaitkan dengan orang lanjut usia. Namun kenyataannya saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan bahwa penyakit ini mulai mengintai generasi muda usia 20 hingga 40 tahun. Kenapa Serangan Jantung Bisa Terjadi pada Usia Muda?Menurut Kemenkes, peningkatan kasus serangan jantung pada usia muda tidak lepas dari gaya hidup modern yang sering menekan jantung:Konsumsi makanan cepat saji, tinggi lemak dan gula.Merokok atau menggunakan vape, yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.Kurang aktivitas fisik, banyak duduk, stres kerja atau sosial yang tinggi.Faktor lain seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan riwayat keluarga juga turut menaikkan risiko. Gejala yang Harus DiwaspadaiGejala serangan jantung pada usia muda kadang tidak jelas atau dianggap “capek biasa”. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada, lengan kiri, leher atau rahangSesak napas, mual atau muntahKelelahan yang tidak wajar, pusing atau berkeringat dingin. Jika muncul salah satu atau beberapa gejala tersebut meskipun Anda merasa “masih muda dan sehat” sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan SekarangMenjaga kesehatan jantung bukan hanya tugas bagi orang tua generasi muda pun harus aktif. Berikut beberapa langkah nyata yang bisa Anda lakukan:Pemeriksaan rutin: Cek tekanan darah, kolesterol, gula darah secara berkala.Berhenti merokok, batasi alkohol: Kebiasaan ini sangat berkontribusi dalam risiko serangan jantung.Aktivitas fisik teratur: Minimal 30 menit olahraga dengan intensitas sedang setiap hari atau 150 menit per minggu.Pola makan sehat: Lebihkan sayur, buah, biji-bijian, dan kurangi makanan tinggi lemak jenuh atau gula.Kelola stres dan tidur cukup: Karena stres dan kurang tidur juga bisa memperburuk kondisi pembuluh darah dan metabolisme.Hindari terlalu lama duduk: Banyak duduk berarti otot dan pembuluh darah tidak “digunakan” dengan baik, yang bisa mempercepat perubahan buruk pada jantung.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Serangan jantung bukan lagi “masalah besok” ia bisa terjadi saat Anda merasa paling bugar sekalipun. Penting untuk mulai peduli sekarang, bukan nanti. Mulailah dengan perubahan kecil tapi konsisten: olahraga ringan, makan lebih sehat, berhenti merokok, dan dengarkan tubuh Anda.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenapa Setelah Makan Besar Bisa Terasa Sangat Ngantuk? Mengenal Fenomena “Koma Makanan”
    Kesehatan

    Kenapa Setelah Makan Besar Bisa Terasa Sangat Ngantuk? Mengenal Fenomena “Koma Makanan”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernahkah Anda merasakan kantuk luar biasa beberapa saat setelah makan besar? Kondisi ini sering disebut “koma makanan” atau dalam istilah medis *postprandial somnolence”. Meskipun namanya terdengar serius, bukan berarti Anda kehilangan kesadaran hanya tubuh yang “memilih” untuk mengistirahatkan diri setelah memproses makanan. Artikel ini membantu Anda memahami sebab-sebabnya dan cara mengatasinya dengan sederhana dan realistis. Apa Itu Koma Makanan?Kalau Anda merasa lemas, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi setelah makan, itulah yang dimaksud. Beberapa ciri khasnya: Rasa kantuk mendadak setelah makan besar. Kelelahan fisik atau kurang semangat. Konsentrasi menurun atau sulit fokus.  Penyebab UmumBeberapa faktor yang biasanya menjadi pemicu: Jenis makanan yang dikonsumsi Makanan tinggi karbohidrat atau gula bisa meningkatkan produksi hormon serotonin melalui jalur triptofan dan membuat Anda mengantuk. Porsi makan terlalu besar Saat makan dalam jumlah besar, tubuh butuh banyak energi untuk proses pencernaan, sehingga aliran darah ke usus meningkat dan membawa penurunan sementara aliran ke otak yang bisa memicu mengantuk. Waktu makan Makan berat di waktu yang “alamiah” membuat tubuh memasuki fase lelah (misalnya setelah waktu makan siang) karena ritme sirkadian tubuh. Pengalihan aliran darah Setelah makan besar, aliran darah ke saluran pencernaan meningkat untuk mendukung metabolisme makanan, sedangkan aliran ke bagian lain (termasuk otak) bisa sedikit berkurang ini bisa berkontribusi pada rasa kantuk.  Apakah Koma Makanan Berbahaya?Pada dasarnya, rasa kantuk setelah makan besar umumnya tidak berbahaya. Namun, ada situasi yang perlu diwaspadai: Jika kantuk muncul di waktu-waktu yang kritis misalnya ketika mengemudi. Jika diiringi dengan gejala lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab, sering merasa kelelahan walau tidak makan besar ini bisa menandakan kondisi medis lain seperti diabetes.  Cara Mengatasi dan MencegahAgar Anda tidak terus-menerus merasa “tertidur” setelah makan, berikut beberapa langkah praktis: Makanlah dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering, alih-alih satu kali makan besar. Pilih makanan yang seimbang: karbohidrat kompleks, sayur dan buah, protein yang cukup, dan kurang gula tambahan. Setelah makan, bergerak ringan (misalnya jalan kaki selama 10-15 menit) untuk membantu sistem pencernaan dan menjaga aliran darah. Hindari langsung berbaring atau tidur tepat setelah makan beri waktu untuk proses pencernaan berjalan. Pastikan waktu makan Anda sesuai dengan ritme tubuh dan hindari makan berat tepat sebelum aktivitas penting atau mengemudi.  Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Rasa kantuk yang datang setelah makan besar bisa jadi hanya refleksi biologis tubuh yang sedang mencerna makanan. Dengan mengenali faktor-pemicu dan menerapkan sedikit perubahan gaya hidup, Anda bisa menghindari “koma makanan” dan tetap merasa segar setelah makan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Serunya Belajar Masak Sehat Bersama Anak di Momen HUT ke-96 RS Panti Nirmala
    Kesehatan

    Serunya Belajar Masak Sehat Bersama Anak di Momen HUT ke-96 RS Panti Nirmala

    MALANG – Suasana ceria dan tawa riang terdengar di area McDonald Sarinah Malang pada Jumat pagi. Dalam rangka memperingati HUT ke-96 Rumah Sakit Panti Nirmala, rumah sakit legendaris di Kota Malang ini menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya kelas memasak anak-anak yang sarat edukasi dan keceriaan.Anak-anak peserta tampak antusias mengikuti setiap langkah dalam membuat menu favorit mereka. Dengan topi dan celemek kecil berwarna cerah, mereka belajar mengenal bahan makanan, cara memasak sederhana, hingga pentingnya menjaga kebersihan selama menyiapkan makanan. Belajar Sehat Sambil BermainMelalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengolah makanan, tetapi juga memahami pentingnya nutrisi seimbang untuk tubuh yang kuat dan sehat. Tim dari RS Panti Nirmala memberikan edukasi ringan seputar gizi, sambil mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi secara menyenangkan.Bagi pihak rumah sakit, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk terus menghadirkan pendekatan kesehatan yang humanis dan edukatif menjadikan momen perayaan ulang tahun bukan sekadar seremonial, melainkan juga sarana berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Keceriaan yang BermaknaTawa riang, wajah penuh semangat, dan aroma makanan yang menggugah selera menjadi perpaduan sempurna dalam acara ini. Anak-anak pulang dengan pengalaman berharga bukan hanya karena bisa membuat makanan sendiri, tetapi juga karena mereka belajar arti penting hidup sehat sejak usia dini.Dengan kegiatan seperti ini, RS Panti Nirmala terus meneguhkan langkahnya sebagai rumah sakit yang tidak hanya merawat, tetapi juga menginspirasi dan mendidik generasi masa depan untuk hidup sehat dan bahagia.#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Trombosit: Sel Kecil dengan Peran Besar bagi Kesehatan Darah
    Kesehatan

    Trombosit: Sel Kecil dengan Peran Besar bagi Kesehatan Darah

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Ketika tubuh terluka, Anda mungkin melihat darah yang berhenti mengalir setelah beberapa saat. Salah satu “pahlawan tersembunyi” dalam proses ini adalah trombosit sel darah kecil yang memainkan peran besar dalam menjaga keselamatan tubuh.Trombosit, juga disebut keping darah atau platelet, adalah bagian dari sistem peredaran darah yang sering kurang diperhatikan, padahal fungsi dan jumlahnya sangat penting. Artikel ini akan membahas secara ringan, tetapi informatif, mengenai apa itu trombosit, bagaimana cara kerjanya, dan apa artinya jika jumlahnya tidak normal. Apa Itu Trombosit?Trombosit adalah sel darah kecil yang diproduksi oleh megakariosit di sumsum tulang. Umur hidup rata-ratanya hanya sekitar 7–10 hari, setelah itu tubuh akan memproduksi yang baru.Ketika terjadi luka atau kerusakan pembuluh darah, trombosit akan cepat bergerak ke lokasi tersebut, menempel dan membuat gumpalan dengan bantuan benang fibrin proses penting untuk menghentikan pendarahan. Tanpa trombosit yang cukup, bahkan luka kecil bisa menimbulkan perdarahan yang sulit dikendalikan. Kadar Normal Trombosit dalam DarahUntuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah dan pembekuan yang tepat, penting mengetahui berapa jumlah trombosit yang dianggap normal.Kadar normal umumnya 140.000 hingga 450.000 keping per mikroliter darah (mcL).Meski demikian, tiap orang bisa memiliki sedikit variasi dalam kisaran yang sehat.Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan angka di bawah rentang ini atau jauh di atasnya maka ada baiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut karena bisa menandakan masalah kesehatan. Mengapa Jumlah Trombosit Bisa Turun atau Naik?Kadar Trombosit Rendah (Trombositopenia)Kondisi ini terjadi ketika jumlah trombosit terlalu sedikit. Beberapa penyebab yang umum termasuk:Gangguan sumsum tulang yang menghasilkan trombosit.Trombosit “terjebak” atau dihancurkan di limpa.Reaksi autoimun yang menyebabkan tubuh menghancurkan trombositnya sendiri. Akibatnya, pendarahan bisa terjadi lebih mudah mulai dari mimisan hingga perdarahan internal.Kadar Trombosit Tinggi (Trombositosis)Sebaliknya, kalau trombosit terlalu banyak, proses pembekuan darah bisa menjadi overaktif. Faktor penyebab antara lain:Infeksi atau peradangan kronis.Kekurangan zat besi atau kondisi seperti kanker darah.Penggunaan obat tertentu yang merangsang produksi trombosit. Risiko yang muncul bisa serius, seperti pembekuan darah yang menghambat pembuluh dan potensi stroke atau serangan jantung. Cara Menjaga Kadar Trombosit Agar Tetap SehatBerikut beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan trombosit Anda secara umum:Konsumsi makanan bergizi lengkap: makanan yang kaya vitamin K, vitamin D, vitamin B12, asam folat, dan zat besi sangat mendukung produksi trombosit di sumsum tulang.Pastikan tubuh cukup istirahat dan sistem imun dalam kondisi baik—karena kerusakan atau penyakit kronis bisa berpengaruh ke trombosit.Hindari obat-obatan tanpa konsultasi yang bisa memengaruhi produksi atau penghancuran trombosit.Pemeriksaan darah rutin jika Anda memiliki kondisi yang berisiko (misalnya kemoterapi, penyakit sumsum tulang, atau kelainan autoimun). Pemeriksaan ini salah satu cara mendeteksi perubahan jumlah trombosit sejak dini.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Setyasih A., Sp.JP, praktek setiap hari Rabu pukul 18.30 - 20.00 WIB*dr. Sasmojo W, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Senin, Kamis dan Jumat pukul 17.00 - 20.00 WIB*dr. Indra Prasetya, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Selasa dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wursito, Sp.JP, praktek setiap hari Rabu dan Kamis pukul 10.00 - Selesai WIB*dr. Valerinna Yogibuana Swastika Putri, Sp.JP, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wella Karolina, Sp.JP, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*Trombosit mungkin tampak kecil dan sering luput dari perhatian, tetapi keberadaannya sangat penting untuk menjaga agar luka tak berdarah terus-menerus dan tubuh tetap terlindungi dari komplikasi serius.*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Bisa Merusak Mata
    Kesehatan

    Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Bisa Merusak Mata

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata adalah “jendela dunia” kita melalui penglihatan, kita belajar, bekerja, berinteraksi, dan menikmati keindahan sekitar. Namun, sayangnya banyak kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata bisa menurunkan kualitas penglihatan, bahkan merusak mata dan kita lakukan tanpa sadar. Kebiasaan yang Perlu DihentikanBerikut beberapa rutinitas yang umum dilakukan banyak orang tapi memiliki dampak negatif terhadap mata:Menatap layar gadget atau komputer terlalu lama. Dengan aktivitas digital yang terus meningkat, kita sering berada di depan layar lebih dari 8 jam sehari. Hal ini bisa menyebabkan mata kering, tegang, atau buram kondisi yang disebut “digital eye strain”.Membaca atau bekerja dalam pencahayaan buruk. Ketika cahaya terlalu redup atau terlalu silau, otot mata harus bekerja ekstra keras untuk fokus. Dampaknya bisa membuat penglihatan menurun dalam jangka panjang.Mengucek mata secara berulang atau keras. Mungkin terasa lega, tapi kebiasaan ini bisa merusak permukaan kornea dan meningkatkan risiko infeksi karena tangan kita penuh kuman.Kurang tidur atau pola tidur yang buruk. Mata yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup cenderung merah, kering, atau bengkak. Dalam jangka panjang, ini bisa mempercepat kerusakan mata.Menggunakan lensa kontak secara tidak higienis atau terlalu lama. Lensa kontak memang praktis, tapi jika tidak dirawat dengan baik, risiko iritasi atau infeksi mata meningkat.Paparan sinar UV atau debu tanpa pelindung mata. Saat berada di lingkungan berdebu, berkendara motor tanpa kacamata pelindung, atau di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan mata menjadi rentan terhadap kerusakan.Pola makan atau kondisi kesehatan yang berdampak pada mata. Misalnya, konsumsi gula dan garam berlebih, tekanan darah atau diabetes yang tidak terkendali dapat memicu gangguan penglihatan dalam jangka panjang. Mengapa Perlu Diperhatikan?Walaupun setiap kebiasaan tampak kecil dan tidak langsung memberi kerusakan besar, namun efek kumulatifnya bisa membawa dampak serius. Mata yang terus “dipaksa” atau tidak dirawat dengan baik bisa mengalami kelelahan kronis, penurunan penglihatan, atau memicu penyakit mata yang lebih berat seperti katarak, glaukoma, atau degenerasi makula. Langkah-Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan SekarangBerikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan mulai hari ini agar mata tetap sehat:Ikuti aturan “20-20-20”: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik.Pastikan pencahayaan ruang kerja atau membaca cukup terang namun tidak silau.Hindari mengucek mata; bila terasa gatal atau ada benda asing, bilas dengan air bersih atau tetes mata sesuai anjuran dokter.Istirahatkan mata dan badan cukup: tidur minimal 7–8 jam, hindari begadang terus-menerus.Gunakan lensa kontak dan kosmetik mata secara bertanggung jawab; ikuti petunjuk kebersihan lensa dan bersihkan makeup mata sebelum tidur.Gunakan kacamata pelindung saat berada di bawah sinar matahari, debu, atau saat berkendara.Periksa kondisi kesehatan umum yang bisa mempengaruhi mata, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan jaga pola makan seimbang. Mata kita mungkin kecil ukurannya, namun fungsinya amat besar. Jangan tunggu sampai penglihatan mulai terganggu baru kita peduli. Mulailah dari kebiasaan sehari-hari ubah hal kecil yang bisa memberi dampak besar. Karena menjaga mata berarti menjaga kualitas hidup kita selanjutnyaJika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Mata Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. M. Rozi Rachmanda, Sp.M, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 09.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0