Artikel Kesehatan

Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella
Kesehatan

Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Nyeri lutut merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama oleh remaja, atlet, dan orang yang aktif bergerak. Salah satu penyebab nyeri lutut yang perlu diwaspadai adalah chondromalacia patella, yaitu kondisi ketika tulang rawan di bagian bawah tempurung lutut mengalami pelunakan dan kerusakan. Apa Itu Chondromalacia Patella?Chondromalacia patella adalah gangguan pada tulang rawan patella (tempurung lutut) yang berfungsi melindungi tulang dan membantu pergerakan sendi lutut tetap mulus. Saat tulang rawan ini melemah atau rusak, gesekan antara patella dan tulang paha meningkat, sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman saat bergerak.Kondisi ini sering disebut sebagai runner’s knee karena kerap dialami oleh pelari dan individu yang melakukan aktivitas dengan tekanan berulang pada lutut. Penyebab Chondromalacia PatellaBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya chondromalacia patella antara lain:Aktivitas fisik berlebihan yang memberi tekanan berulang pada lututCedera langsung pada lutut, seperti benturan atau jatuhPosisi tempurung lutut yang tidak sejajarOtot paha yang lemah atau tidak seimbangBerat badan berlebih yang memberi beban tambahan pada sendi lututFaktor-faktor tersebut dapat menyebabkan tulang rawan patella aus secara bertahap dan memicu peradangan. Gejala yang Perlu DiperhatikanGejala chondromalacia patella umumnya berkembang secara perlahan. Beberapa tanda yang sering dirasakan meliputi:Nyeri di bagian depan lutut, terutama saat naik atau turun tanggaRasa sakit saat jongkok atau duduk lama dengan lutut tertekukLutut terasa kaku atau berbunyi saat digerakkanNyeri bertambah setelah aktivitas fisik beratPada kondisi tertentu, nyeri bisa memburuk jika tidak ditangani dengan baik. Cara Mengatasi Chondromalacia PatellaPenanganan chondromalacia patella bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi lutut, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.1. Istirahat dan Modifikasi Aktivitas Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada lutut dapat membantu meredakan peradangan.2. Terapi Fisik Fisioterapi membantu memperkuat otot paha dan menjaga keseimbangan otot di sekitar lutut sehingga tekanan pada patella berkurang.3. Obat Pereda Nyeri Obat antiinflamasi nonsteroid dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, sesuai anjuran tenaga medis.4. Penggunaan Alat Penyangga Lutut Brace atau pelindung lutut dapat membantu menjaga posisi tempurung lutut agar tetap stabil saat bergerak.5. Tindakan Medis Lanjutan Pada kasus yang berat dan tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat merekomendasikan prosedur medis atau tindakan operasi. Pencegahan Chondromalacia PatellaUntuk menurunkan risiko chondromalacia patella, penting menjaga kesehatan lutut dengan cara:Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah olahragaMenjaga berat badan idealMenggunakan alas kaki yang sesuaiMenghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada lutut Chondromalacia patella merupakan salah satu penyebab nyeri lutut yang sering terjadi akibat kerusakan tulang rawan tempurung lutut. Meski bukan kondisi berbahaya, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan perawatan yang sesuai dan perubahan gaya hidup, gejala chondromalacia patella dapat dikelola sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella
    Kesehatan

    Sering Sakit Lutut Saat Naik Tangga? Bisa Jadi Chondromalacia Patella

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Nyeri lutut merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama oleh remaja, atlet, dan orang yang aktif bergerak. Salah satu penyebab nyeri lutut yang perlu diwaspadai adalah chondromalacia patella, yaitu kondisi ketika tulang rawan di bagian bawah tempurung lutut mengalami pelunakan dan kerusakan. Apa Itu Chondromalacia Patella?Chondromalacia patella adalah gangguan pada tulang rawan patella (tempurung lutut) yang berfungsi melindungi tulang dan membantu pergerakan sendi lutut tetap mulus. Saat tulang rawan ini melemah atau rusak, gesekan antara patella dan tulang paha meningkat, sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman saat bergerak.Kondisi ini sering disebut sebagai runner’s knee karena kerap dialami oleh pelari dan individu yang melakukan aktivitas dengan tekanan berulang pada lutut. Penyebab Chondromalacia PatellaBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya chondromalacia patella antara lain:Aktivitas fisik berlebihan yang memberi tekanan berulang pada lututCedera langsung pada lutut, seperti benturan atau jatuhPosisi tempurung lutut yang tidak sejajarOtot paha yang lemah atau tidak seimbangBerat badan berlebih yang memberi beban tambahan pada sendi lututFaktor-faktor tersebut dapat menyebabkan tulang rawan patella aus secara bertahap dan memicu peradangan. Gejala yang Perlu DiperhatikanGejala chondromalacia patella umumnya berkembang secara perlahan. Beberapa tanda yang sering dirasakan meliputi:Nyeri di bagian depan lutut, terutama saat naik atau turun tanggaRasa sakit saat jongkok atau duduk lama dengan lutut tertekukLutut terasa kaku atau berbunyi saat digerakkanNyeri bertambah setelah aktivitas fisik beratPada kondisi tertentu, nyeri bisa memburuk jika tidak ditangani dengan baik. Cara Mengatasi Chondromalacia PatellaPenanganan chondromalacia patella bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi lutut, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.1. Istirahat dan Modifikasi Aktivitas Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada lutut dapat membantu meredakan peradangan.2. Terapi Fisik Fisioterapi membantu memperkuat otot paha dan menjaga keseimbangan otot di sekitar lutut sehingga tekanan pada patella berkurang.3. Obat Pereda Nyeri Obat antiinflamasi nonsteroid dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, sesuai anjuran tenaga medis.4. Penggunaan Alat Penyangga Lutut Brace atau pelindung lutut dapat membantu menjaga posisi tempurung lutut agar tetap stabil saat bergerak.5. Tindakan Medis Lanjutan Pada kasus yang berat dan tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat merekomendasikan prosedur medis atau tindakan operasi. Pencegahan Chondromalacia PatellaUntuk menurunkan risiko chondromalacia patella, penting menjaga kesehatan lutut dengan cara:Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah olahragaMenjaga berat badan idealMenggunakan alas kaki yang sesuaiMenghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada lutut Chondromalacia patella merupakan salah satu penyebab nyeri lutut yang sering terjadi akibat kerusakan tulang rawan tempurung lutut. Meski bukan kondisi berbahaya, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan perawatan yang sesuai dan perubahan gaya hidup, gejala chondromalacia patella dapat dikelola sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Penyebab Tulang Dada Sakit dan Cara Mengatasinya
    Kesehatan

    Penyebab Tulang Dada Sakit dan Cara Mengatasinya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Nyeri pada tulang dada seringkali membuat seseorang merasa khawatir karena area ini berdekatan dengan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Padahal, tulang dada (sternum) bisa terasa sakit bukan hanya karena masalah jantung, tetapi juga akibat kondisi lain yang lebih umum, seperti cedera, peradangan pada tulang atau otot, bahkan gangguan pencernaan. Apa Itu Tulang Dada?Tulang dada atau sternum merupakan tulang pipih yang terletak di bagian tengah dada. Ia menjadi penghubung dengan tulang rusuk dan bagian dari struktur yang melindungi organ vital. Rasa sakit pada area ini bisa berasal dari tulang dada itu sendiri atau jaringan di sekitarnya, termasuk otot, tulang rusuk, dan sendi. Penyebab Umum Tulang Dada Terasa SakitBerikut beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab nyeri pada tulang dada:1. KostokondritisKostokondritis adalah kondisi ketika kartilago yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada mengalami peradangan. Nyeri biasanya terasa tajam di bagian tengah dada, bahkan bisa memburuk saat bersin, batuk, atau menarik napas dalam.2. Patah Tulang Dada (Fraktur Sternum)Patah tulang dada merupakan cedera serius yang biasanya terjadi akibat benturan keras, misalnya saat kecelakaan kendaraan atau jatuh dari ketinggian. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat pada area dada dan membutuhkan perawatan medis segera.3. Cedera Sendi SternoklavikularSendi sternoklavikular menghubungkan tulang dada dengan tulang selangka. Cedera di area ini bisa membuat nyeri menyebar ke bagian atas dada dan area sekitar bahu, serta terasa saat menggerakkan lengan.4. Cedera Tulang SelangkaTulang selangka yang patah atau terlepas juga dapat menyebabkan nyeri yang terasa hingga ke tulang dada karena kedua struktur ini saling berhubungan.5. Ketegangan Otot DadaOtot-otot yang menempel di dada dapat mengalami ketegangan akibat batuk berlebihan, olahraga berat, atau gerakan tiba-tiba. Ketegangan ini bisa menimbulkan nyeri lokal yang terasa saat ditekan atau digerakkan.6. Masalah PencernaanGangguan seperti heartburn atau refluks asam lambung dapat menyebabkan sensasi nyeri di dada yang terasa seolah berasal dari tulang dada. Ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan memberi tekanan di area dada depan. Cara Mengatasi Tulang Dada yang SakitPenanganan sakit di tulang dada sangat bergantung pada penyebabnya. Namun, langkah-langkah berikut ini sering dianjurkan:1. Obat Pereda Nyeri dan Anti-InflamasiUntuk nyeri yang bersifat ringan atau akibat peradangan, obat seperti ibuprofen atau acetaminophen dapat membantu meredakan gejala. Obat antasida juga bisa meredakan nyeri akibat masalah pencernaan.2. Terapi FisikTerapi fisik oleh ahli dapat membantu meredakan ketegangan otot dada atau mengatasi gangguan muskuloskeletal melalui latihan dan peregangan yang tepat.3. Perubahan Gaya HidupMenjaga postur tubuh, menghindari aktivitas yang membebani otot dada, serta teknik relaksasi dapat membantu mengurangi risiko nyeri berulang.4. Perawatan Tambahan dan Intervensi MedisDalam beberapa kasus, terapi tambahan seperti stimulasi saraf atau TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) dapat direkomendasikan. Kondisi yang lebih serius, seperti patah tulang dada, mungkin memerlukan tindakan medis khusus atau bahkan prosedur bedah. Kapan Perlu Segera Periksa Dokter?Meskipun banyak kasus nyeri tulang dada tidak berbahaya, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis jika:Nyeri berlangsung terus-menerus atau semakin parahDisertai sesak napas, pusing, atau rasa tertekan di dadaNyeri menjalar ke lengan, leher, atau punggungDisertai demam atau tanda infeksiBeberapa kondisi seperti nyeri dada juga bisa mirip gejala jantung atau gangguan paru-paru, sehingga pemeriksaan medis penting untuk diagnosis yang tepat. Nyeri pada tulang dada bisa berasal dari banyak kondisi, tidak selalu terkait jantung. Penyebab paling umum termasuk kostokondritis, cedera tulang atau sendi, ketegangan otot, hingga gangguan pencernaan. Penanganan dan perawatan harus disesuaikan dengan penyebabnya, dan pemeriksaan medis penting jika gejala tidak kunjung membaik atau memburuk.Jika keluhan Anda terus berlanjut atau muncul gejala lain yang membahayakan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Nyeri Haid Mengganggu Tidur? Coba Posisi Ini agar Lebih Nyaman
    Kesehatan

    Nyeri Haid Mengganggu Tidur? Coba Posisi Ini agar Lebih Nyaman

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Nyeri haid kerap menjadi keluhan banyak perempuan saat menstruasi. Rasa kram di perut bagian bawah, nyeri pinggang, hingga pegal di tubuh sering kali mengganggu kualitas tidur. Padahal, istirahat yang cukup justru dibutuhkan tubuh untuk membantu meredakan rasa sakit. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memilih posisi tidur yang tepat. Mengapa Posisi Tidur Berpengaruh pada Nyeri Haid?Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya. Kontraksi ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Posisi tidur tertentu dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan punggung, melancarkan aliran darah, serta membuat otot-otot tubuh lebih rileks. Dengan begitu, nyeri haid pun dapat berkurang. Posisi Tidur yang Dianjurkan saat Nyeri HaidBerikut beberapa posisi tidur yang dapat membantu meredakan nyeri haid.1. Tidur Meringkuk atau Posisi Janin Tidur menyamping dengan lutut ditekuk ke arah dada dikenal sebagai posisi janin. Posisi ini dapat mengurangi tekanan pada otot perut dan rahim sehingga kram terasa lebih ringan. Banyak perempuan merasa posisi ini paling nyaman saat nyeri haid menyerang.2. Tidur Telentang dengan Bantal di Bawah Lutut Bagi yang terbiasa tidur telentang, menambahkan bantal di bawah lutut bisa menjadi solusi. Posisi ini membantu menjaga lengkungan alami tulang belakang dan mengurangi tekanan di area perut serta punggung bawah.3. Tidur Menyamping dengan Bantal di Antara Kaki Tidur menyamping dengan bantal di antara kedua paha membantu menjaga posisi pinggul tetap sejajar. Cara ini dapat mengurangi ketegangan pada punggung bawah dan membantu meredakan nyeri yang menjalar ke pinggang. Posisi Tidur yang Sebaiknya DihindariTidur tengkurap sebaiknya dihindari saat nyeri haid. Posisi ini dapat memberikan tekanan berlebih pada perut dan rahim, sehingga berpotensi memperparah kram menstruasi. Tips Tambahan agar Tidur Lebih Nyaman saat HaidSelain memperhatikan posisi tidur, beberapa cara berikut juga bisa membantu meningkatkan kenyamanan saat menstruasi:Gunakan kasur dan bantal yang mendukung postur tubuhKompres hangat di perut atau punggung sebelum tidurHindari minuman berkafein menjelang tidurPastikan tubuh cukup terhidrasi Memilih posisi tidur yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri haid dan meningkatkan kualitas istirahat. Posisi menyamping, telentang dengan bantal penyangga, serta posisi janin dapat menjadi pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks. Jika nyeri haid terasa sangat berat dan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?
    Kesehatan

    Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Flu tidak hanya menyebabkan hidung tersumbat, pilek, atau demam. Pada sebagian orang, flu juga disertai sakit kepala yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umum terjadi dan berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi virus influenza. Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?Sakit kepala saat flu umumnya dipicu oleh peradangan yang terjadi akibat infeksi virus. Ketika tubuh melawan virus flu, sistem kekebalan akan melepaskan zat kimia tertentu yang memicu peradangan. Proses ini dapat menimbulkan rasa nyeri di kepala.Selain itu, flu sering menyebabkan hidung tersumbat dan sinus meradang. Tekanan pada rongga sinus inilah yang kerap menimbulkan sakit kepala, terutama di area dahi, sekitar mata, dan pangkal hidung. Dehidrasi dan demam yang menyertai flu juga dapat memperparah keluhan sakit kepala. Ciri-Ciri Sakit Kepala karena FluSakit kepala akibat flu biasanya memiliki beberapa ciri khas, antara lain:Nyeri terasa tumpul atau seperti tertekanLokasi nyeri di dahi, pelipis, atau sekitar mataRasa sakit memburuk saat membungkuk atau menggerakkan kepalaDisertai gejala flu lain seperti pilek, batuk, demam, dan nyeri ototKeluhan ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring meredanya flu. Cara Mengatasi Sakit Kepala akibat FluAda beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan sakit kepala karena flu.1. Istirahat yang Cukup Memberi waktu tubuh untuk beristirahat membantu sistem imun melawan infeksi virus dengan lebih optimal.2. Perbanyak Minum Air Putih Cairan membantu mencegah dehidrasi dan mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga tekanan pada sinus berkurang.3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala dan demam, sesuai aturan pakai.4. Kompres Hangat atau Dingin Mengompres dahi atau area sekitar hidung dengan air hangat dapat membantu meredakan tekanan sinus. Kompres dingin juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri.5. Hirup Uap Hangat Uap hangat dapat membantu membuka saluran hidung yang tersumbat dan mengurangi tekanan pada sinus. Kapan Perlu ke Dokter?Sakit kepala akibat flu umumnya tidak berbahaya. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika sakit kepala terasa sangat hebat, berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai muntah hebat, gangguan penglihatan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun. Sakit kepala karena flu merupakan kondisi yang umum terjadi dan berkaitan dengan peradangan serta tekanan pada sinus. Dengan istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan penanganan yang tepat, keluhan ini biasanya dapat mereda seiring membaiknya kondisi flu.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenali Fisioterapi dan Perannya dalam Menjaga Kesehatan Tubuh
    Kesehatan

    Kenali Fisioterapi dan Perannya dalam Menjaga Kesehatan Tubuh

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Fisioterapi merupakan salah satu layanan kesehatan yang berperan penting dalam membantu memulihkan fungsi gerak tubuh akibat cedera, penyakit, atau kondisi medis tertentu. Terapi ini tidak hanya ditujukan bagi pasien pascaoperasi, tetapi juga bagi siapa saja yang mengalami gangguan gerak dan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa Itu Fisioterapi?Fisioterapi adalah metode perawatan yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kemampuan gerak serta fungsi tubuh. Penanganan dilakukan oleh fisioterapis profesional melalui pendekatan fisik, seperti latihan gerak, terapi manual, hingga penggunaan alat bantu tertentu. Fisioterapi juga berperan dalam pencegahan cedera dan edukasi agar pasien dapat menjaga kesehatan tubuhnya secara mandiri. Manfaat Fisioterapi bagi KesehatanFisioterapi memberikan berbagai manfaat, tergantung pada kondisi pasien. Beberapa manfaat utama fisioterapi antara lain:Mengurangi nyeri dan kekakuan otot maupun sendiMemperbaiki postur dan keseimbangan tubuhMeningkatkan kekuatan dan fleksibilitas ototMembantu pemulihan pascaoperasi atau cederaMengoptimalkan kemampuan gerak pada penderita penyakit kronisDengan penanganan yang tepat, fisioterapi dapat membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman. Jenis-Jenis FisioterapiTerdapat beberapa jenis fisioterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.1. Fisioterapi Ortopedi Jenis ini berfokus pada gangguan tulang, otot, dan sendi, seperti nyeri punggung, cedera olahraga, atau patah tulang.2. Fisioterapi Neurologi Ditujukan bagi pasien dengan gangguan sistem saraf, misalnya stroke, cedera saraf, atau penyakit Parkinson.3. Fisioterapi Kardiorespirasi Membantu pasien dengan gangguan jantung dan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau pemulihan pascaoperasi jantung.4. Fisioterapi Pediatri Diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik atau gangguan gerak sejak dini.5. Fisioterapi Geriatri Fokus pada lansia untuk membantu menjaga mobilitas, keseimbangan, serta mengurangi risiko jatuh. Kapan Perlu Menjalani Fisioterapi?Fisioterapi disarankan ketika seseorang mengalami nyeri berkepanjangan, keterbatasan gerak, atau sedang menjalani masa pemulihan setelah sakit dan operasi. Selain itu, fisioterapi juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan, terutama bagi individu yang memiliki aktivitas fisik berat atau risiko cedera tinggi. Fisioterapi merupakan bagian penting dalam perawatan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui pemulihan dan pemeliharaan fungsi gerak tubuh. Dengan penanganan yang tepat dan rutin, fisioterapi dapat membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal dan minim risiko cedera.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Rehab Medik Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Djoko Witjaksono, Sp.KFR, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 08.00 - 10.00 WIB*dr. FX Dimas Bagus Respati, Sp.KFR, M.Ked.Klin, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 15.00 - 16.30 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Daftar Obat P3K yang Wajib Dibawa Saat Liburan agar Perjalanan Tetap Aman
    Kesehatan

    Daftar Obat P3K yang Wajib Dibawa Saat Liburan agar Perjalanan Tetap Aman

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Liburan seharusnya menjadi momen menyenangkan untuk melepas penat. Namun, perubahan cuaca, aktivitas fisik yang meningkat, hingga makanan yang berbeda dari biasanya bisa memicu gangguan kesehatan ringan. Karena itu, membawa kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) berisi obat-obatan dasar menjadi langkah penting agar liburan tetap aman dan nyaman. Mengapa P3K Penting Saat Liburan?Saat bepergian, terutama ke tempat yang jauh dari fasilitas kesehatan, akses terhadap obat-obatan bisa menjadi terbatas. Kotak P3K membantu memberikan penanganan awal jika terjadi keluhan kesehatan ringan atau cedera kecil, sehingga kondisi tidak bertambah parah dan liburan dapat tetap berjalan. Obat Wajib dalam Kotak P3K Saat LiburanBeberapa jenis obat sebaiknya selalu tersedia dalam P3K selama liburan.1. Obat Pereda Nyeri dan Penurun Demam Obat seperti parasetamol atau ibuprofen berguna untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot, atau demam yang bisa muncul akibat kelelahan dan perubahan cuaca.2. Obat Diare Perubahan makanan dan minuman saat liburan dapat memicu gangguan pencernaan. Obat diare dan oralit penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika bepergian bersama anak-anak.3. Obat Maag atau Gangguan Lambung Pola makan yang tidak teratur selama liburan bisa memicu sakit maag. Antasida atau obat lambung dapat membantu meredakan perih dan mual.4. Obat Alergi Alergi bisa muncul akibat debu, udara dingin, atau makanan tertentu. Antihistamin dapat membantu meredakan gatal, bersin, atau ruam ringan.5. Obat Flu dan Batuk Perubahan suhu dan kelelahan sering memicu flu. Obat flu dan batuk dapat membantu meredakan gejala ringan agar aktivitas liburan tidak terganggu. Perlengkapan Medis PendukungSelain obat-obatan, P3K juga sebaiknya dilengkapi dengan perlengkapan medis dasar, seperti:Plester luka dan kasa sterilCairan antiseptik untuk membersihkan lukaSalep luka atau salep antibiotik ringanTermometerGunting kecil dan pinsetPerlengkapan ini berguna untuk menangani luka ringan, lecet, atau goresan yang sering terjadi saat beraktivitas di luar ruangan. Tips Menyimpan dan Menggunakan Obat Saat BepergianSimpan obat dalam wadah tertutup dan kedap air, serta jauhkan dari paparan panas langsung. Pastikan obat masih dalam masa kedaluwarsa dan dibawa bersama aturan pakainya. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan lupa membawa obat rutin sesuai resep dokter.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Membawa daftar obat P3K saat liburan merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan selama perjalanan. Dengan persiapan yang matang, risiko gangguan kesehatan ringan dapat ditangani sejak awal, sehingga liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Fakta Medis di Balik Mitos Penggunaan Pembalut
    Kesehatan

    Fakta Medis di Balik Mitos Penggunaan Pembalut

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pembalut merupakan produk kesehatan yang digunakan perempuan saat menstruasi. Meski penggunaannya sudah sangat umum, masih banyak informasi keliru atau mitos seputar pembalut yang beredar di masyarakat. Mitos-mitos ini kerap dipercaya begitu saja dan dapat memengaruhi cara perempuan menjaga kesehatan area intim. Berdasarkan referensi dari Hello Sehat, berikut sejumlah mitos tentang pembalut yang perlu diluruskan. Mitos Pembalut Mengandung Bahan BerbahayaSalah satu mitos yang sering beredar adalah anggapan bahwa pembalut mengandung bahan berbahaya yang dapat memicu kanker atau penyakit serius lainnya. Faktanya, pembalut yang beredar di pasaran telah melalui proses pengawasan dan uji keamanan. Selama digunakan sesuai aturan dan diganti secara teratur, pembalut umumnya aman digunakan. Mitos Pembalut Wajib Diganti Saat Penuh SajaMasih banyak yang beranggapan pembalut hanya perlu diganti ketika sudah penuh. Padahal, pembalut sebaiknya diganti setiap 3–4 jam, meskipun darah menstruasi belum banyak. Kebiasaan jarang mengganti pembalut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan menyebabkan iritasi atau infeksi pada area kewanitaan. Mitos Semua Pembalut Sama SajaTidak semua pembalut memiliki fungsi dan karakteristik yang sama. Pembalut tersedia dalam berbagai ukuran, ketebalan, dan daya serap yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti untuk aliran darah ringan atau berat. Memilih pembalut yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan selama menstruasi. Mitos Pembalut Bersayap Selalu Lebih BaikPembalut bersayap sering dianggap lebih aman karena mampu menahan pembalut agar tidak bergeser. Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan jenis ini. Pemilihan pembalut sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masing-masing, bukan sekadar mengikuti anggapan umum. Mitos Pembalut Tipis Tidak Menyerap dengan BaikPembalut tipis kerap dianggap kurang mampu menyerap darah menstruasi. Faktanya, banyak pembalut tipis yang dirancang dengan teknologi khusus sehingga tetap memiliki daya serap tinggi. Pembalut jenis ini justru cocok bagi perempuan yang ingin tetap beraktivitas dengan nyaman tanpa merasa tebal atau mengganjal. Cara Menggunakan Pembalut dengan AmanUntuk menjaga kesehatan selama menstruasi, penting memperhatikan cara penggunaan pembalut. Pilih pembalut yang sesuai kebutuhan, ganti secara rutin, dan jaga kebersihan area kewanitaan. Selain itu, simpan pembalut di tempat yang bersih dan kering agar kualitasnya tetap terjaga. Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik OBGYN (Kandungan) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana, Sp.OG, (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Berbagai mitos seputar pembalut masih banyak dipercaya, padahal tidak semuanya benar. Memahami fakta yang tepat membantu perempuan menggunakan pembalut dengan lebih aman dan nyaman. Dengan informasi yang benar, kesehatan selama menstruasi pun dapat terjaga dengan lebih optimal.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenali Gejala Usus Buntu pada Remaja yang Perlu Diwaspadai
    Kesehatan

    Kenali Gejala Usus Buntu pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi peradangan pada organ apendiks yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Pada kelompok usia ini, gejala usus buntu kerap tidak disadari sejak awal karena mirip dengan gangguan pencernaan biasa. Padahal, jika terlambat ditangani, usus buntu dapat menimbulkan komplikasi serius. Apa Itu Usus Buntu?Usus buntu adalah peradangan pada apendiks, yaitu organ kecil berbentuk kantong yang terhubung dengan usus besar. Peradangan ini umumnya terjadi akibat sumbatan, misalnya oleh sisa makanan atau tinja yang mengeras, sehingga memicu infeksi. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera, terutama jika nyeri semakin berat. Gejala Awal Usus Buntu pada RemajaGejala usus buntu pada remaja biasanya muncul secara bertahap. Tanda awal yang sering dirasakan adalah nyeri di sekitar pusar. Rasa nyeri ini kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan semakin terasa tajam seiring waktu.Selain nyeri perut, remaja juga dapat mengalami mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Beberapa kasus disertai perut kembung atau rasa tidak nyaman setelah makan. Tanda Lanjutan yang Perlu DiwaspadaiJika peradangan semakin parah, gejala lain bisa muncul, seperti demam ringan, diare atau justru sembelit, serta perut terasa nyeri saat ditekan. Pada sebagian remaja, nyeri dapat bertambah saat berjalan, batuk, atau melakukan gerakan tertentu.Nyeri yang semakin hebat dan tidak mereda menjadi tanda penting bahwa kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pada tahap ini, risiko pecahnya usus buntu semakin tinggi dan dapat menyebabkan infeksi serius di rongga perut. Mengapa Usus Buntu pada Remaja Sulit Dikenali?Pada remaja, gejala usus buntu sering menyerupai sakit maag, keracunan makanan, atau gangguan pencernaan lainnya. Akibatnya, keluhan kerap dianggap sepele dan penanganan medis menjadi tertunda. Padahal, diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kapan Harus ke Dokter?Remaja sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika mengalami nyeri perut kanan bawah yang semakin berat, disertai mual, muntah, atau demam. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang tepat. Gejala usus buntu pada remaja dapat muncul secara perlahan dan sering kali menyerupai gangguan pencernaan biasa. Namun, nyeri perut yang berpindah ke kanan bawah dan semakin memburuk merupakan tanda khas yang perlu diwaspadai. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan remaja secara keseluruhan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung
    Kesehatan

    Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Tas ransel menjadi perlengkapan yang banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Meski terlihat praktis, kebiasaan memakai tas ransel dengan cara yang keliru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada tulang dan punggung. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu nyeri berkepanjangan hingga gangguan postur tubuh. Dampak Kebiasaan Memakai Tas Ransel yang SalahBeban tas yang terlalu berat atau posisi tas yang tidak tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Akibatnya, otot punggung dan bahu harus bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menimbulkan nyeri punggung bawah, sakit leher, nyeri bahu, hingga gangguan keseimbangan tubuh. Pada anak dan remaja, penggunaan tas ransel yang salah bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan tulang. Memilih Tas Ransel yang TepatLangkah awal untuk menjaga kesehatan punggung adalah memilih tas ransel yang sesuai. Tas sebaiknya memiliki dua tali bahu yang lebar dan empuk agar beban dapat terbagi secara merata. Selain itu, tas dengan bantalan di bagian punggung lebih disarankan karena dapat mengurangi tekanan langsung pada tulang belakang. Ukuran tas juga perlu disesuaikan dengan tinggi badan agar tidak mengganggu postur. Perhatikan Berat dan Susunan Isi TasBerat tas ransel idealnya tidak melebihi 10–15 persen dari berat badan. Tas yang terlalu berat akan membuat tubuh cenderung membungkuk ke depan, sehingga meningkatkan tekanan pada tulang belakang. Susun barang di dalam tas dengan rapi, letakkan barang yang paling berat di bagian tengah dan dekat dengan punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh. Gunakan Kedua Tali Bahu Secara BersamaanKesalahan yang sering dilakukan adalah memakai tas ransel hanya pada satu bahu. Kebiasaan ini membuat beban tubuh tidak seimbang dan meningkatkan risiko nyeri bahu serta punggung. Gunakan kedua tali bahu dan atur panjang tali agar tas menempel nyaman di punggung, tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat. Pastikan Posisi Tas di Punggung Sudah TepatPosisi tas ransel yang ideal adalah berada di tengah punggung, tidak menggantung terlalu rendah hingga mendekati pinggang. Tas yang terlalu rendah dapat menarik tubuh ke belakang dan memberi tekanan tambahan pada punggung bagian bawah. Sebaiknya, bagian bawah tas berada beberapa sentimeter di atas pinggang. Manfaatkan Tali Dada atau Tali PinggangJika tas ransel dilengkapi tali dada atau tali pinggang, gunakanlah. Tali tambahan ini membantu mendistribusikan beban ke bagian tubuh lain sehingga tekanan pada bahu dan punggung dapat berkurang. Selain itu, tali ini juga membantu menjaga postur tubuh tetap tegak saat berjalan. Istirahatkan Punggung Secara BerkalaBagi yang harus membawa tas ransel dalam waktu lama, penting untuk sesekali melepaskan tas dan memberi waktu istirahat pada otot punggung dan bahu. Melakukan peregangan ringan juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Cara memakai tas ransel yang benar berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan punggung. Mulai dari memilih tas yang tepat, mengatur berat beban, hingga memperhatikan posisi tas di punggung, semua langkah tersebut dapat membantu mencegah nyeri dan gangguan postur. Kebiasaan sederhana ini penting diterapkan sejak dini agar kesehatan tulang tetap terjaga dalam jangka panjang.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?
    Kesehatan

    Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Masih banyak orang yang bingung membedakan antara aligner dan retainer, padahal keduanya merupakan perangkat gigi yang sering direkomendasikan oleh dokter gigi. Meskipun sama-sama dipasang di gigi, fungsi, tujuan, dan cara penggunaannya berbeda. Artikel ini akan mengupas perbedaan utama kedua perangkat tersebut agar Anda bisa lebih memahami manfaatnya. Apa Itu Aligner?Aligner adalah perangkat gigi transparan yang dirancang untuk merapikan susunan gigi secara bertahap. Aligner dibuat khusus sesuai bentuk gigi setiap individu melalui teknologi digital, sehingga pas saat digunakan. Fungsi Aligner Mengoreksi posisi gigi yang tidak rata Mengatasi gigi renggang atau bertumpuk Merapikan gigitan yang kurang sesuai (maloklusi) Aligner bekerja dengan cara dipakai selama sekitar 20–22 jam per hari, lalu diganti secara berkala sesuai jadwal dari dokter gigi. Dengan pemakaian teratur, gigi akan bergerak secara perlahan ke posisi yang diinginkan. Apa Itu Retainer?Retainer adalah perangkat yang digunakan setelah perawatan ortodonti (misalnya setelah behel atau aligner) untuk memastikan gigi tetap berada di posisi baru yang sudah dicapai.Retainer berfungsi mencegah gigi kembali ke posisi semula (relaps), yang merupakan hal umum terjadi jika tidak ada perangkat penahan. Perbedaan Utama Antara Aligner dan Retainer Aspek Aligner Retainer Tujuan penggunaan Merapikan posisi gigi Menjaga posisi gigi setelah rapi Waktu penggunaan Selama masa perawatan aktif Setelah perawatan selesai Fungsinya Menggerakkan gigi Mencegah gigi bergerak kembali Diganti secara berkala Ya Tergantung jenis retainer Sering dipakai 20–22 jam/hari Bisa dipakai setiap hari atau sesuai anjuran dokter  Kapan Harus Menggunakan Aligner?Aligner biasanya digunakan ketika seorang pasien memiliki: Gigi yang tidak rata Gigi yang renggang atau saling bertumpuk Masalah pada gigitan seperti overbite atau crossbite Perangkat ini cocok bagi yang ingin hasil rapi tanpa harus memakai kawat gigi logam, karena aligner bersifat transparan dan dapat dilepas saat makan atau membersihkan gigi. Kapan Harus Menggunakan Retainer?Retainer digunakan setelah perawatan ortodonti selesai untuk menjaga posisi gigi. Dokter biasanya menyarankan pemakaian retainer secara teratur selama beberapa waktu, karena gigi cenderung kembali ke posisi awal jika tidak ada penahan. Perawatan Aligner dan RetainerUntuk menjaga kebersihan dan fungsinya, berikut tips perawatan: Membersihkan perangkat setiap hari dengan sikat lembut dan air bersih Hindari menggunakan pasta gigi yang kasar karena dapat menggores permukaan Simpan perangkat di tempat yang bersih dan aman saat dilepas Rutin kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal Dengan perawatan yang baik, aligner dan retainer dapat bekerja efektif untuk menghasilkan susunan gigi yang rapi sekaligus menjaga hasil perawatan jangka panjang. Walaupun aligner dan retainer sama-sama dipasang di gigi dan sering tampak mirip, tujuan dan fungsi keduanya sangat berbeda. Aligner digunakan untuk mengoreksi posisi gigi. Retainer digunakan untuk menjaga posisi gigi setelah perawatan selesai. Memahami perbedaan ini penting agar Anda bisa mengikuti anjuran dokter gigi dengan tepat dan mendapatkan hasil yang optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadrg. Kosmas Kurniawan, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 10.00 - 12.00 WIB*drg. Ganjar Bismo Darmalaksono, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*drg. Setyabudi N.S, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis, & Jumat pukul 18.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0