Waspada Hantavirus: Ancaman Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru dan Ginjal
Halo sobat Panti Nirmala!
Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui rodensia seperti tikus dan mencit. Virus ini menjadi perhatian dunia kesehatan karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Meski belum sepopuler penyakit menular lainnya, Hantavirus tetap perlu diwaspadai karena tingkat kematiannya cukup tinggi pada kasus tertentu.
Menurut FAQ Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus termasuk virus dari genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae yang menyebar melalui urin, tinja, atau air liur rodensia yang terinfeksi.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus yang menyerang manusia melalui paparan partikel udara yang terkontaminasi kotoran tikus. Penyakit ini terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Kasus ini banyak ditemukan di wilayah Amerika.Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Menyerang ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Umumnya ditemukan di Asia dan Eropa.
Virus ini pertama kali diidentifikasi di Korea Selatan pada tahun 1978, setelah muncul ribuan kasus demam berdarah pada masa Perang Korea.
Bagaimana Penularannya?
Penularan Hantavirus umumnya terjadi ketika seseorang menghirup udara yang telah tercemar partikel dari urin, tinja, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui:
Gigitan tikus
Kontak dengan luka terbuka
Menyentuh benda yang terkontaminasi
Hingga saat ini, penularan dari manusia ke manusia masih sangat jarang ditemukan.
Siapa yang Berisiko Terinfeksi?
Beberapa aktivitas yang meningkatkan risiko terpapar Hantavirus antara lain:
Membersihkan gudang atau rumah kosong
Berkemah dan mendaki di area yang banyak tikus
Bekerja di area pertanian atau bangunan tua
Membersihkan tempat yang lama tidak digunakan
Lingkungan yang kotor dan banyak tikus menjadi faktor utama penyebaran virus ini.
Gejala Hantavirus
Gejala Hantavirus biasanya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah terpapar virus. Gejala awal sering menyerupai flu biasa, seperti:
Demam
Sakit kepala
Nyeri otot
Mual
Menggigil
Pada kasus yang lebih parah, penderita dapat mengalami:
Sesak napas
Batuk berat
Tekanan darah rendah
Gangguan ginjal
Penumpukan cairan di paru-paru
Kasus HPS diketahui memiliki tingkat kematian mencapai 40–50 persen jika tidak ditangani dengan cepat.
Apakah Hantavirus Sudah Ada di Indonesia?
Di Indonesia, penelitian mengenai Hantavirus masih terus dilakukan. Namun, beberapa studi menunjukkan adanya infeksi Hantavirus dan virus Seoul pada manusia maupun rodensia di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian Kemenkes RI juga menemukan adanya rodensia pembawa Hantavirus di 29 provinsi.
Pengobatan Hantavirus
Hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin untuk Hantavirus. Pengobatan yang diberikan bersifat suportif, yaitu membantu meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting.
Cara Mencegah Hantavirus
Pencegahan utama Hantavirus adalah mengendalikan populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Menutup lubang tempat masuk tikus
Menyimpan makanan di wadah tertutup
Membersihkan rumah secara rutin
Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu
Memasang perangkap tikus
Selain itu, hindari kontak langsung dengan urin, kotoran, maupun sarang tikus.
Hantavirus adalah penyakit serius yang ditularkan melalui tikus dan dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun ginjal. Meski kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, risiko komplikasi dan kematiannya cukup tinggi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus ini.
Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417)
*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu
Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7
Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini
#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan